
Pantau - Progres pembangunan Jalan Layang Latumenten di Jakarta Barat kini memasuki tahapan erection girder atau proses pengangkatan dan pemasangan gelagar beton pracetak sebagai struktur utama penopang jalan layang.
Pembangunan Dilakukan Bertahap pada Malam Hari
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan struktur utama jalan layang.
“Tahapan ini merupakan bagian penting dalam pembentukan struktur utama jalan layang yang nantinya menopang beban lalu lintas,” kata Siti Dinarwenny di Jakarta, Kamis.
Ia mengungkapkan pembangunan jalan layang dilakukan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Jakarta Barat.
Menurut dia, pekerjaan erection girder dilaksanakan secara bertahap pada malam hari guna meminimalisasi gangguan lalu lintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan selama proses konstruksi berlangsung.
“Pekerjaan saat ini memasuki tahap pengangkatan dan pemasangan gelagar beton pracetak ke posisi rencana pada struktur jalan layang menggunakan alat berat. Saat ini pembangunannya sudah mencapai 41,28 persen,” ujarnya.
Jalan Layang Ditargetkan Tingkatkan Konektivitas
Siti menjelaskan pekerjaan erection girder sisi barat Jalan Latumenten berlangsung pada 18-26 Mei 2026 pukul 22.00-04.00 WIB.
Sementara pekerjaan di sisi timur Jalan Makaliwe Raya dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei hingga 5 Juni 2026 pada jam yang sama.
Jalan Layang Latumenten dibangun dengan panjang sisi barat mencapai 435 meter dan sisi timur sepanjang 426 meter dengan lebar 11 meter.
“Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan Latumenten dan sekitarnya,” katanya.
Pembangunan jalan layang tersebut menjadi salah satu proyek strategis DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan di kawasan padat kendaraan Jakarta Barat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





