
Pantau - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai telah mencapai 92,76 persen menjelang target operasional penuh pada Agustus 2026.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menegaskan perusahaan terus mempercepat pengerjaan proyek dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan konstruksi.
“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” ungkap Paulus Budi Kartiko.
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai mulai dilakukan pada Oktober 2023 dengan total investasi mencapai Rp4,1 triliun.
Pengujian Jalur dan Tantangan Konstruksi
Waskita Karya bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B.
Salah satu pengujian yang dilakukan adalah tes jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.
Paulus menjelaskan tantangan utama proyek berasal dari kepadatan lalu lintas Jakarta serta keterbatasan ruang kerja atau urban constraint di area konstruksi.
“Maka solusinya, kami optimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem keamanan dan sistem kerja, kami melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola, bukan dihindari,” ujar Paulus Budi Kartiko.
Dalam pelaksanaan tes lintasan, salah satu area yang dilintasi berada di atas jalur aktif Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100.
Demi menjaga kelancaran lalu lintas tol selama proses konstruksi, Waskita menggunakan metode balance cantilever dengan bentang sepanjang 120 meter.
Waskita juga melakukan survei monitoring dan chamber secara berkala setiap hari untuk memastikan keamanan konstruksi.
Tim proyek turut memasang jaring pengaman di sekeliling segmen girder balance cantilever guna meningkatkan keselamatan kerja.
Berkat langkah tersebut, Waskita berhasil mencatatkan zero accident atau nol kecelakaan selama proses konstruksi balance cantilever LRT Jakarta Fase 1B.
“Perlintasan Wiyoto-Wiyono menjadi salah satu ikon terpenting dalam tes jalur beberapa waktu lalu,” kata Paulus Budi Kartiko.
Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kemajuan konstruksi Indonesia dalam mengintegrasikan moda transportasi umum dengan jalur aktif di tengah kepadatan Jakarta.
Koordinasi Waskita dan Jakpro Diperkuat
Koordinasi antara Waskita dan Jakpro terus diperkuat agar rangkaian Testing and Commissioning berjalan lancar hingga tahap operasional.
Tahapan T&C dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem LRT Jakarta dalam melayani puluhan ribu penumpang setiap hari.
Paulus mengungkapkan hasil tes menunjukkan kereta mampu berjalan lancar dari Velodrome hingga Pasar Pramuka menggunakan tenaga listrik penuh.
“Kerja sama yang baik dengan Jakpro sebagai owner membuat hasil tes jalur atau train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan,” ujar Paulus Budi Kartiko.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan pihaknya telah melaksanakan rangkaian T&C secara sistematis dan terstruktur.
Pengujian tersebut mencakup jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.
“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang,” ungkap Iwan Takwin.
Proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai ditargetkan rampung dan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa





