HOME  ⁄  Nasional

Kemendagri dan Dekranas Bekali UMKM Wastra di NTT dengan Pelatihan Pewarna Alami

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendagri dan Dekranas Bekali UMKM Wastra di NTT dengan Pelatihan Pewarna Alami
Foto: (Sumber : Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Kerajinan Nasional memberikan bimbingan teknis dan pembekalan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang wastra di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/HO-Kemendagri.)

Pantau - Kementerian Dalam Negeri bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) memberikan bimbingan teknis dan pembekalan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang wastra di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program tersebut digelar melalui kerja sama antara Dekranas, Kemendagri, dan Nautika Foundation untuk mendorong pengembangan produk wastra ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pelatihan Fokus pada Pewarna Alami dan Produk Ramah Lingkungan

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Fauzan Hasan mengatakan pelatihan itu diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis serta inovasi produk berbasis pewarna alami.

“(Upaya ini kami harap mampu) mendorong praktik produksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Fauzan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan peserta pelatihan mayoritas merupakan generasi muda yang sedang merintis maupun mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Menurutnya, program tersebut juga bertujuan menumbuhkan kreativitas dan semangat kewirausahaan sejak dini di kalangan anak muda.

Dekranas Dorong Tenun Tradisional Ikuti Perkembangan Zaman

Bimbingan teknis bertajuk “Pelatihan Pembuatan dan Pemanfaatan Pewarna Alami” itu berlangsung di Sentra Tenun Gunung Mako, Desa Alor Besar, Kabupaten Alor.

Kegiatan tersebut resmi ditutup Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian pada Selasa (19/5).

Dalam kegiatan itu, Tri berdialog dengan para peserta dan meninjau langsung proses pembuatan pewarna alami serta produksi kain tenun.

Ia juga mendorong agar kerajinan tenun terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman agar tetap diminati generasi muda.

Program ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM wastra lokal sekaligus menjaga nilai budaya tenun tradisional di Nusa Tenggara Timur.

Penulis :
Ahmad Yusuf