HOME  ⁄  Nasional

Jaksel Dorong Pedagang dan Koperasi Merah Putih Terapkan Pemilahan Sampah dari Sumbernya

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jaksel Dorong Pedagang dan Koperasi Merah Putih Terapkan Pemilahan Sampah dari Sumbernya
Foto: (Sumber : Biopori dilaksanakan di kawasan Lebak Lestari, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri..)

Pantau - Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Selatan meminta pedagang binaan dan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih mengikuti program pemilahan serta pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta terkait gerakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya, sebagai upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Jakarta,” kata Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Djaharuddin mengatakan sosialisasi tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung implementasi gerakan pengelolaan sampah di wilayah Jakarta Selatan.

Sosialisasi ditujukan kepada pedagang lokasi binaan, lokasi sementara, lokasi promosi, serta pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut dia, kawasan perdagangan tersebut setiap hari menghasilkan sampah organik dan anorganik dalam jumlah besar.

Pemilahan Sampah Dinilai Jadi Tanggung Jawab Bersama

Djaharuddin menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk mengubah pola pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya.

Melalui sosialisasi itu, pemerintah berharap pedagang dan pengelola koperasi dapat menyampaikan informasi terkait tata cara pemilahan sampah secara berjenjang.

“Sehingga, yang lain juga dapat memahami tata cara pemilahan sampah yang baik dan benar, serta mampu menerapkannya secara konsisten,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pembangunan Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Eko Kalbaryanto menyebut persoalan sampah menjadi tantangan besar seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan usaha perdagangan.

Menurut Eko, volume sampah yang terus bertambah dapat memicu berbagai dampak negatif apabila tidak dikelola dengan baik.

Sampah Tidak Terkelola Bisa Ganggu Lingkungan

“Apabila sampah tersebut tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penurunan kualitas kebersihan lingkungan, munculnya bau tidak sedap, tersumbatnya saluran air, meningkatnya risiko penyakit, hingga terganggunya kenyamanan masyarakat dan konsumen,” kata Eko.

Eko mengajak pedagang dan pengelola Koperasi Kelurahan Merah Putih mulai membangun kebiasaan disiplin dalam membuang serta memilah sampah di lingkungan usaha masing-masing.

Ia menilai kebersihan lingkungan usaha tidak hanya menciptakan kenyamanan bagi masyarakat dan konsumen, tetapi juga mencerminkan budaya usaha yang tertib dan bertanggung jawab.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Sudin PPKUKM Jakarta Selatan yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,” ucapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf