HOME  ⁄  Nasional

Dinkes Kota Madiun Cek Kualitas Udara Rumah Warga untuk Cegah Penyakit Pernapasan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dinkes Kota Madiun Cek Kualitas Udara Rumah Warga untuk Cegah Penyakit Pernapasan
Foto: (Sumber : Petugas Puskesmas Ngegong Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang di salah satu rumah warga di Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jatim, Jumat (22/5/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun.)

Pantau - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun melakukan Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang (SKUDR) di sejumlah rumah warga guna mendeteksi kontaminan dan mencegah risiko penyakit pernapasan.

Kegiatan tersebut dilakukan serentak melalui enam puskesmas di Kota Madiun, Jawa Timur.

“Ini merupakan kegiatan surveilans kualitas udara dalam ruang dan dampak kesehatan terhadap masyarakat. Hasil pengukuran nantinya akan dibandingkan dengan standar baku mutu dari Kementerian Kesehatan,” ujar Kepala Sub Koordinator Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga Dinkes PPKB Kota Madiun Retno Dwi Wahyuni di Madiun, Jumat.

Pengukuran Dilakukan di Tiga Titik Rumah

Retno menjelaskan pengukuran kualitas udara dilakukan menggunakan alat sanitarian kit oleh petugas kesehatan lingkungan dari masing-masing puskesmas.

Pengecekan dilakukan di tiga titik ruangan rumah warga, yakni ruang tamu, kamar tidur, dan dapur.

Adapun parameter yang diukur meliputi suhu, kelembapan, pencahayaan, tingkat kebisingan, laju ventilasi, hingga partikulat debu.

Standar baku mutu tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan.

Sesuai aturan tersebut, suhu ruangan ideal berada di kisaran 18 hingga 30 derajat Celsius, kelembapan 40 sampai 60 persen, kebisingan maksimal 55 desibel, dan pencahayaan minimal 60 lux.

Fokus pada Wilayah Rawan ISPA dan Polusi

Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan surveilans kualitas udara dalam ruang sebanyak dua kali setiap tahun.

Setiap puskesmas mengambil 30 sampel rumah tangga berdasarkan sejumlah indikator tertentu.

Indikator tersebut meliputi tingginya kasus ISPA, kepadatan penduduk, kedekatan dengan jalur transportasi padat, hingga lokasi yang berada dekat kawasan industri atau sumber pencemar lainnya.

Retno menambahkan kegiatan SKUDR menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Madiun dalam menjaga kualitas udara dan kesehatan lingkungan rumah warga.

Penulis :
Ahmad Yusuf