
Pantau - Japan International Cooperation Agency atau JICA dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia resmi bekerja sama untuk memperkuat kapasitas pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan melalui proyek adaptasi berbasis ekosistem terhadap perubahan iklim.
Kerja sama tersebut ditandai dengan rapat pertama Komite Koordinasi Bersama atau Joint Coordination Committee (JCC) antara JICA dan Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan di Jakarta pada 20 Mei 2026.
Program itu mengusung proyek bertajuk "Proyek Penguatan Kapasitas Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan untuk Adaptasi Berbasis Ekosistem terhadap Perubahan Iklim".
Proyek tersebut akan dilaksanakan selama tiga tahun dengan melibatkan Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan serta Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan.
JICA menyebut kerja sama itu bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan tanaman bakau untuk menghadapi dampak perubahan iklim di Indonesia.
Selain itu, proyek tersebut juga ditujukan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Jepang di bidang lingkungan, khususnya pengelolaan mangrove berkelanjutan.
Fokus Pengembangan dan Edukasi Mangrove
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan komunikasi, pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat, serta pengembangan ekonomi berbasis mangrove.
Pengembangan ekonomi berbasis mangrove meliputi sektor ekowisata dan praktik wanamina atau silvofishery.
Silvofishery merupakan sistem budidaya yang mengintegrasikan perikanan dan konservasi hutan mangrove dalam satu ekosistem berkelanjutan.
Kerja sama tersebut juga akan memperkuat kolaborasi internasional, termasuk mendukung inisiatif World Mangrove Centre.
World Mangrove Centre menjadi salah satu prioritas Pemerintah Indonesia dalam konservasi wilayah pesisir.
Kerja Sama Jepang dan Indonesia Berlangsung Sejak 1992
Perwakilan senior JICA di Indonesia Matsuda Hiroyuki menyebut kerja sama di bidang mangrove antara Jepang dan Indonesia merupakan salah satu kerja sama paling bersejarah.
Menurut Matsuda, kerja sama JICA dan Kementerian Kehutanan dalam pengelolaan mangrove telah dimulai sejak tahun 1992.
Kerja sama tersebut kemudian berlanjut melalui pembangunan Pusat Informasi Mangrove atau Mangrove Information Center (MIC) pada 2006 dan dimodernisasi pada 2022.
"MIC memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dalam pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan dan edukasi lingkungan," ungkap Matsuda.
Kerja sama JICA dan Kementerian Kehutanan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.
Program tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan ketahanan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa





