
Pantau - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan jumlah kasus hantavirus dalam wabah yang terjadi di sebuah kapal pesiar meningkat menjadi 12 kasus dengan jumlah kematian tetap tiga orang.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan tambahan satu kasus baru dikonfirmasi oleh Belanda dan melibatkan seorang awak kapal yang sebelumnya turun di Tenerife, Spanyol.
Awak kapal tersebut kemudian dipulangkan ke Belanda dan saat ini menjalani isolasi.
“Saat ini terdapat 12 kasus yang dilaporkan dan tiga kematian yang dilaporkan. Tidak ada kematian baru yang dilaporkan sejak 2 Mei, ketika wabah pertama kali dilaporkan ke WHO,” kata Tedros dalam keterangannya kepada jurnalis, Jumat.
WHO Minta Negara Terdampak Perketat Pemantauan
WHO terus meminta negara-negara terdampak melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh penumpang dan awak kapal selama masa karantina berlangsung.
“Kami terus mendesak negara-negara yang terdampak untuk memantau seluruh penumpang dan awak kapal dengan cermat selama sisa periode karantina,” ujar Tedros.
Wabah hantavirus tersebut terjadi di kapal pesiar MV Hondius yang tiba di pelabuhan Rotterdam, Belanda, pada 18 Mei 2026.
WHO menyebut lebih dari 600 kontak di 30 negara masih dalam proses pemantauan.
Selain itu, sejumlah kecil kontak berisiko tinggi juga masih dilacak oleh otoritas kesehatan.
WHO Apresiasi Kerja Sama Internasional
Tedros menyampaikan apresiasi kepada negara-negara yang terlibat dalam respons penanganan wabah dan investigasi epidemiologi.
WHO menilai kerja sama lintas negara menjadi faktor penting dalam mengendalikan penyebaran hantavirus yang terjadi di kapal pesiar tersebut.
Sebelumnya, wabah hantavirus pertama kali dilaporkan kepada WHO pada 2 Mei 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





