HOME  ⁄  Nasional

Kementan Siapkan Generasi Muda Jadi Motor Pertanian Modern Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementan Siapkan Generasi Muda Jadi Motor Pertanian Modern Indonesia
Foto: (Sumber : Suasana pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA), Duta Polbangtan/PEPI, dan Brigade Pangan Inspiratif Tahun 2026 yang digelar Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kemetan pada 19-21 Mei 2026 di Ciawi, Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-Kementan.)

Pantau - Kementerian Pertanian terus menyiapkan generasi muda sebagai penggerak pertanian modern Indonesia melalui penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kementan Dorong Regenerasi Petani Muda

Upaya tersebut dilakukan melalui pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA), Duta Polbangtan/PEPI, dan Brigade Pangan Inspiratif Tahun 2026 yang digelar di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan Idha Widi Arsanti mengatakan regenerasi petani harus dibarengi peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” kata Arsanti.

Menurut dia, program tersebut menjadi bagian strategi Kementan dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, berdaya saing, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Peserta kegiatan juga mendapatkan pembekalan mulai dari kepemimpinan, public speaking, personal branding, hingga strategi promosi pertanian di era digital.

Selain itu, peserta didorong menjadi duta pertanian yang mampu menyebarluaskan program strategis Kementan kepada masyarakat luas.

Mentan Sebut Pertanian Modern Jadi Bisnis Menjanjikan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan generasi muda akan menjadi ujung tombak pembangunan pertanian nasional di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim.

Menurut Amran, pertanian modern saat ini membutuhkan sumber daya manusia unggul yang mampu beradaptasi dengan teknologi dan inovasi.

“Pertanian saat ini bukan lagi sektor tradisional. Pertanian adalah bisnis besar yang menjanjikan dan membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta menguasai teknologi. Kalau pangan kuat, bangsa juga akan kuat,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan petani muda memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Petani muda adalah masa depan pertanian Indonesia. Mereka harus menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, efisien, dan berbasis teknologi,” katanya.

Kementan berharap semakin banyak generasi muda tertarik terjun ke sektor pertanian modern berbasis teknologi dan kewirausahaan.

Penulis :
Aditya Yohan