
Pantau - PT Bank Syariah Indonesia Regional X Makassar hingga tahun 2026 telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp67,9 miliar di wilayah Sulawesi Selatan yang menjangkau 16.508 penerima manfaat melalui berbagai program pemberdayaan umat.
RCEO BSI Regional Makassar, Sukma Dwie Priardi mengatakan penyaluran dana ZIS dilakukan melalui berbagai sektor mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan.
"Penyaluran dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan umat yang mencakup sektor pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan," ujarnya di Makassar, Sabtu 23 Mei 2026.
Program Pendidikan dan Beasiswa
Sukma menjelaskan program distribusi dana ZIS terbagi dalam beberapa kategori utama, yakni Didik Umat, Mitra Umat, dan Simpati.
Untuk program Didik Umat, dana yang telah disalurkan mencapai Rp18,9 miliar dengan total penerima manfaat sebanyak 594 jiwa.
"Program ini diwujudkan melalui BSI Scholarship yang merupakan program beasiswa jenjang S1 guna membentuk generasi muda yang berkarakter, amanah, serta mampu menjadi teladan," katanya.
Di Sulawesi Selatan, penerima manfaat program beasiswa tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Muslim Indonesia, Universitas Negeri Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Makassar, UIN Alauddin Makassar, dan IAIN Parepare.
Selain bantuan biaya pendidikan, mahasiswa juga mendapatkan pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan untuk mendukung prestasi akademik serta kontribusi sosial di masyarakat.
Fokus Penguatan UMKM dan Ekonomi Masyarakat
Pada sektor pemberdayaan ekonomi melalui program Mitra Umat, dana yang disalurkan mencapai Rp10,9 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 300 jiwa.
Sukma menambahkan program Desa BSI dan UMKM Maslahat menjadi salah satu fokus utama dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha ultra mikro dan mikro berbasis klaster.
Pengembangan tersebut mencakup sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.
Beberapa wilayah penerima program di Sulawesi Selatan meliputi pengolahan landak laut di Kabupaten Pangkep, Desa Binaan Cluster Sapi Potong di Kabupaten Gowa, serta UMKM budidaya udang vaname di Kabupaten Barru.
Pendampingan dilakukan secara intensif mulai dari peningkatan legalitas usaha, penguatan kualitas produk, pengelolaan keuangan, hingga perluasan akses pasar.
Menurut Sukma, program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha, membuka peluang ekonomi baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
"Selain memberikan dampak sosial, program ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Selatan," ucapnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





