
Pantau - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memperkenalkan Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantara dalam acara panen raya udang di kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, yang disebut sebagai simbol modernisasi sektor perikanan nasional.
Presiden juga memperkenalkan Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer atau COO Danantara di hadapan para peserta acara.
Prabowo menjelaskan Danantara merupakan dana kedaulatan Indonesia yang dibentuk untuk mengelola kekayaan bangsa demi kepentingan jangka panjang.
"Danantara itu adalah dana kedaulatan kita, singkatan Daya Anagata Nusantara. Daya artinya energi, kekuatan. Anagata masa depan. Jadi, mereka mengelola kekayaan seluruh bangsa untuk anak dan cucu kita seluruhnya," ungkap Prabowo.
Danantara Kelola Ribuan BUMN
Presiden Prabowo mengungkapkan Danantara mengoordinasikan sekitar 1.040 Badan Usaha Milik Negara atau BUMN dengan total aset mencapai hampir 1 triliun dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp17.000 triliun.
Ia menegaskan pengelolaan aset negara harus dilakukan secara transparan, profesional, dan penuh integritas.
Presiden juga memberikan pesan khusus kepada Dony Oskaria dan jajaran Danantara agar seluruh aset negara dikelola secara hati-hati untuk mencegah kebocoran uang rakyat.
Dony Oskaria diketahui juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN atau BP BUMN.
Tambak Udang Kebumen Disebut Capai Standar Dunia
Acara panen raya berlangsung di lahan tambak seluas 100 hektare yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap produktivitas tambak yang dinilai telah mencapai standar dunia.
Produktivitas tambak tersebut disebut mencapai 40 ton per hektare.
Di kesempatan terpisah dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Dony Oskaria turut menyoroti performa BUMN yang disebut terus mencatatkan pertumbuhan laba.
Dony menyebut laba BUMN pada 2025 diperkirakan mencapai Rp335 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp360 triliun pada 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk membantah anggapan bahwa BUMN tidak pernah mencetak keuntungan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





