
Pantau - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan memastikan harga hewan kurban di wilayah tersebut masih relatif stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah meski terjadi sedikit kenaikan harga.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho Sosro Yudyantoro mengatakan penjualan hewan kurban hingga saat ini masih berjalan normal.
“Monitoring penjualan sejauh ini, sih, masih standar-standar saja, ya. Cuma memang ada kenaikan harga, ada sedikit kenaikan harga rata-rata,” ungkap Ridho saat dihubungi di Jakarta, Senin (25/5).
Cuaca Panas dan Pakan Terbatas Picu Kenaikan Harga
Ridho menjelaskan kenaikan harga hewan kurban dipengaruhi beberapa faktor seperti ketersediaan hewan ternak, cuaca panas, hingga keterbatasan pakan di daerah asal ternak.
“Karena mungkin ketersediaan hewan, kemudian cuaca panas, dan di daerah asalnya, ketersediaan pakan juga terbatas. Jadi, mempengaruhi juga ke harga jual,” katanya.
Meski demikian, Ridho memastikan kondisi penjualan hewan kurban secara umum masih stabil menjelang Idul Adha.
“Sejauh ini, sih, masih standar, ya, masih stabil kalau secara umum, ya,” ujarnya.
Harga Sapi Kurban Tembus Rp100 Juta
Sementara itu, pedagang sapi kurban bernama Widi mengatakan sebagian besar hewan kurban yang dijual berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah.
Ia menyebut jumlah hewan kurban tahun ini relatif sama dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Widi, beberapa jenis sapi yang tersedia di lokasi penjualan antara lain Limousin, PO, Brahman, Bali, dan Simental dengan bobot terbesar mencapai satu ton.
“Ya, itu tergantung, soalnya itu kan kelas jenis, jenis super, ya, jenis lima. Tergantung sapinya juga, ada yang sampai Rp100 juta lebih, ada yang Rp90 juta,” tutur Widi.
Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Selatan telah memeriksa 18.575 ekor hewan kurban selama sepekan menjelang Idul Adha untuk memastikan kesehatan hewan dan kelayakan syariat kurban.
- Penulis :
- Aditya Yohan





