
Pantau - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menutup total Jalan Raya Baturraden Barat setelah terjadi amblesan sedalam 5-6 meter di Dusun Prompong, Desa Kutasari, yang menjadi jalur alternatif menuju kawasan wisata Baturraden.
Amblesan tersebut terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Tomi Luqman Hakim mengatakan penutupan total dilakukan setelah hasil asesmen dari Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD Banyumas.
“Awalnya, roda empat ditutup sementara, sedangkan roda dua masih bisa melintas. Setelah asesmen dari DPU dan BPBD dinyatakan membahayakan, akhirnya ditutup total,” katanya.
Pengguna jalan dari arah selatan menuju wilayah utara Desa Kutasari diarahkan melalui jalur alternatif Jalan Djojo Soekarto dengan terlebih dahulu melewati Jalan Candrawjaya di utara Pasar Cerme, Desa Purwasari, Kecamatan Baturraden.
Sementara kendaraan menuju kawasan wisata Baturraden dialihkan melalui jalur utama di Jalan Raya Baturraden.
Tomi mengatakan penutupan jalan direncanakan berlangsung hingga 13 Juni 2026 sesuai estimasi pekerjaan dari DPU Banyumas.
“Penutupan direncanakan sampai 13 Juni sesuai estimasi pekerjaan dari DPU, tetapi kami berharap pengerjaannya bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Kepala Bidang Jalan dan Drainase DPU Kabupaten Banyumas Rusli Kurnia mengatakan struktur di bawah badan jalan yang ambles merupakan jembatan segmental berbentuk lengkung yang dibangun menggunakan pasangan batu bata dan diperkirakan telah berusia lebih dari 50 tahun.
Menurut dia, kondisi bangunan yang sudah lapuk ditambah aliran air cukup besar membuat struktur penyangga tidak mampu menahan timbunan tanah di atasnya.
“Begitu lengkungan yang di bawah ambles, bagian atas ikut turun sehingga menimbulkan lubang,” katanya.
Rusli menjelaskan amblesan memiliki kedalaman mencapai 5-6 meter dengan lebar mengikuti badan jalan sekitar 10 meter.
Perbaikan jalan mulai dilakukan pada Senin (25/5/2026) dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 20 hari.
“Oleh karena secara usia dan kekuatan sudah jauh berkurang, nantinya kami tangani sepenuhnya dengan diganti menggunakan box culvert,” ujar Rusli.
- Penulis :
- Aditya Yohan





