HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Gorontalo Targetkan Inseminasi Buatan 3.000 Ekor Ternak pada 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gubernur Gorontalo Targetkan Inseminasi Buatan 3.000 Ekor Ternak pada 2026
Foto: (Sumber : Gusnar Ismail memberikan sambutan pada penyerahan sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di Masjid Sabilurrasyad Universitas Negeri Gorontalo, Senin (25/5/2026) .ANTARA-Faradila Alim..)

Pantau - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menargetkan pelaksanaan inseminasi buatan terhadap sekitar 3.000 ekor ternak sapi pada 2026 untuk meningkatkan populasi dan pendapatan peternak lokal di daerah tersebut.

Gusnar mengatakan program inseminasi buatan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mengembangkan sektor peternakan rakyat.

“Program inseminasi buatan ini sejalan dengan program pemerintah provinsi untuk mengembangkan sektor peternakan di Gorontalo,” ujar Gusnar di Gorontalo, Senin.

Fokus Tingkatkan Populasi Sapi

Gusnar menjelaskan pada tahun anggaran sebelumnya pemerintah provinsi telah menyalurkan bantuan sebanyak 1.973 ekor sapi kepada peternak.

Program bantuan ternak tersebut disebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Namun efisiensi anggaran membuat pemerintah melakukan penyesuaian program dengan memprioritaskan inseminasi buatan ternak.

“Tahun ini kami akan melakukan inseminasi buatan kurang lebih terhadap 3.000 ekor ternak. Kami targetkan minimal 2.000 ekor berhasil,” ungkapnya.

Ia mengatakan keberhasilan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi sapi sekaligus memperbaiki kualitas ternak di Gorontalo.

Pemerintah Siapkan Pembinaan Peternak

Gusnar menegaskan pemerintah akan melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap ternak hasil inseminasi buatan.

“Nanti kita bina sebagaimana mestinya sehingga bobot berat badan dan kesehatan ternak tetap terjaga,” katanya.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat sektor peternakan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memelihara ternak sapi dan segera menghubungi petugas jika membutuhkan layanan inseminasi buatan.

“Petugas kami banyak di lapangan. Ini semua dilakukan pemerintah untuk mendorong peternak lokal bisa lebih baik,” ujar Gusnar.

Penulis :
Ahmad Yusuf