HOME  ⁄  Nasional

Sapi Kurban Presiden Dikirim ke Pulau Laut Natuna, Warga Pulau Terluar Merasa Diperhatikan Negara

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sapi Kurban Presiden Dikirim ke Pulau Laut Natuna, Warga Pulau Terluar Merasa Diperhatikan Negara
Foto: (Sumber : Dawang, sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Pulau Laut, Natuna bersama pemiliknya Mondosia di Kecamatan Bunguran Timur pada Mei 2026. ANTARA/Muhamad Nurman.)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto mengirimkan sapi kurban berbobot 879 kilogram untuk masyarakat Pulau Laut, Natuna, Kepulauan Riau, yang menjadi salah satu wilayah pulau terluar Indonesia menjelang Idul Adha 2026.

Pengiriman Sapi Kurban ke Pulau Terluar

Sapi jenis limosin tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Teluk Buton, Natuna, menggunakan pompong kayu menuju Pulau Laut pada Rabu (20/5).

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna tampak berjaga selama proses pemindahan sapi ke kapal tradisional tersebut.

Kepala DKPP Natuna Wan Syazali meminta warga tidak mendekati sapi demi menjaga keamanan selama proses keberangkatan.

“Jangan terlalu dekat,” ujarnya.

Suasana pelabuhan sempat tegang ketika sapi mulai dinaikkan ke atas kapal karena bobot hewan yang hampir mencapai 900 kilogram membuat kapal kayu bergoyang diterpa ombak kecil.

Bantuan sapi kurban presiden itu menjadi perhatian masyarakat Pulau Laut karena untuk pertama kalinya wilayah tersebut menerima bantuan hewan kurban dari kepala negara.

Warga setempat menilai bantuan tersebut menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia.

Peternak Lokal Natuna Jadi Pemasok Sapi Presiden

Sapi kurban tersebut dibeli dari peternak lokal asal Kecamatan Bunguran Timur bernama Mondosia.

Mondosia merawat sapi-sapinya di kandang sederhana dengan metode penggembalaan terbuka sejak pagi hingga sore hari agar ternak tidak mudah stres.

“Sapi yang terlalu lama di kandang gampang stres,” katanya.

Menurut dia, pola perawatan sederhana itu membuat sapi tumbuh sehat dan memiliki bobot besar.

Ia juga menyiapkan kandang khusus untuk proses perkawinan sapi miliknya dengan ternak milik peternak lain.

“Tempat mereka kawin sudah saya siapkan,” ungkapnya.

Dari peternakan sederhana milik Mondosia itulah lahir sapi limosin yang kemudian dikirim menuju Pulau Laut sebagai bantuan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat di pulau terluar Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf