
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan hewan kurban di Kabupaten Bojonegoro dalam kondisi sehat dan aman di bawah pengawasan dokter hewan serta distribusinya berjalan lancar menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Khofifah menyampaikan hal tersebut saat meninjau sentra peternak sapi milik H. Wariyanto di Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Selasa.
“Alhamdulillah dengan adanya vaksin gratis, PMK pada hewan kurban sangat berkurang, permintaan hewan kurban bahkan hingga Jabodetabek hingga Kalimantan, maka harus tetap ada pengawasan dari dokter hewan,” kata Khofifah.
Dalam kunjungan itu, Khofifah meninjau sekitar 90 ekor sapi jenis Simental, Limosin, dan Peranakan Ongole (PO) yang dipersiapkan untuk kebutuhan kurban.
Pengawasan Distribusi Hewan Kurban Diperketat
Khofifah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan dan tata kelola distribusi ternak karena arus lalu lintas ternak meningkat menjelang Idul Adha.
“Kita pastikan ternak yang dilalulintaskan sehat. Ini kan lalu lintas ternak padat sekali dua hari sebelum Idul Adha, sehingga kita melakukan pengawasan pergerakan ternak dari Kabupaten ke kabupaten lainnya, dari kecamatan ke kecamatan lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan setiap ternak yang dikirim wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bentuk pengawasan dan jaminan keamanan bagi masyarakat.
“Kita kontrol, kita awasi melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari ternak yang akan dilalulintaskan melalui dokter hewan yang berwenang. Besok akan segera pengiriman ke masjid, Insya Allah berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Permintaan Hewan Kurban Meningkat
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Ariani menyebut tingginya antusiasme masyarakat untuk berkurban berdampak positif terhadap harga dan penyerapan pasar ternak.
“H-1 jelang pengiriman hewan kurban ke masjid, animo saudara kita yang akan melaksanakan ibadah kurban luar biasa. Peternak pada posisi bahagia karena harganya lebih baik daripada tahun lalu. Permintaan cukup bagus, ketersediaan juga cukup sehingga Jatim aman. Untuk stok, kita lebih surplus,” ujar Indyah.
Ia berharap Jawa Timur dapat mempertahankan posisinya sebagai lumbung ternak nasional dengan populasi ternak terbesar di Indonesia.
Sementara itu, pengepul hewan kurban H. Wariyanto mengatakan sebagian besar sapi miliknya telah terjual ke sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Jombang, Kediri, dan Surabaya.
“Maturnuwun sanget. Kehadiran Ibu Gubernur membuat masyarakat dan peternak semakin semangat. Ibu Khofifah sangat perhatian kepada peternak dan pengepul, vaksin gratis, vitamin untuk sapi juga gratis, sehingga sapi-sapi sehat semua,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





