
Pantau - Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Jakarta Selatan melatih 50 warga membuat aneka kue dan pastry dalam Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri (PTKM) Lanjutan Angkatan Pertama di RPTRA Taman Gajah, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Kepala Sudin Nakertransgi Jakarta Selatan Syamwil mengatakan pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan keterampilan warga di bidang kuliner, khususnya pembuatan aneka kue dan pastry.
“Mengingat banyaknya terobosan baru di bidang aneka kue, kami ingin peserta tidak ketinggalan dalam mendalami dunia kuliner ini,” kata Syamwil.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut merupakan lanjutan bagi peserta yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan tahap dasar.
Menurut Syamwil, materi yang diberikan mencakup teknik menghias kue hingga pengemasan produk agar lebih menarik minat konsumen.
“Untuk peserta yang hadir hari ini berjumlah 50 orang. Mereka berasal dari 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan,” ujarnya.
Peserta Dilatih Teknik Glaze dan Estetika Produk
Syamwil menilai pelatihan tersebut penting karena keterampilan membuat aneka kue tidak mudah dipelajari secara mendalam tanpa pelatihan khusus.
“Kegiatan ini sangat penting. Melalui pelatihan ini, peserta akan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat,” tuturnya.
Salah seorang peserta asal Kecamatan Pasar Minggu, Widianingsih, mengaku senang dapat kembali mengikuti pelatihan lanjutan setelah sebelumnya mengikuti pelatihan dasar selama lima hari.
“Kemarin sempat ikut yang lima hari pelatihannya. Karena ada informasi penambahan materi lanjutan, saya daftar, dan Alhamdulillah, bisa mengikutinya lagi,” ucap Widianingsih.
Ia mengatakan peserta diajarkan membuat sponge cake dengan corak menarik menggunakan teknik glaze.
Warga Diajak Manfaatkan Pelatihan Gratis
Widianingsih juga mengajak warga lain, khususnya ibu rumah tangga yang memiliki usaha, untuk memanfaatkan pelatihan gratis yang diselenggarakan pemerintah.
“Pesan saya kepada warga lainnya, terutama ibu rumah tangga yang mempunyai usaha, jangan melewatkan kesempatan jika ada pelatihan, apalagi pelatihannya gratis. Waktu adalah emas dan ilmu itu sangat bermanfaat,” ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





