HOME  ⁄  Nasional

Jamaah Naqsyabandiyah di Padang Gelar Shalat Idul Adha Lebih Awal dari Pemerintah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jamaah Naqsyabandiyah di Padang Gelar Shalat Idul Adha Lebih Awal dari Pemerintah
Foto: (Sumber : Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumbar melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Mushalla Surau Baru, Kecamatan Pauh, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar.)

Pantau - Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah pada Selasa (26/5/2026) pagi di Mushalla Surau Baru, Kecamatan Pauh, lebih awal dari ketetapan pemerintah yang menetapkan Idul Adha pada Rabu (27/5/2026).

Pengurus Mushalla Surau Baru Zahar mengatakan penentuan Hari Raya Idul Adha dilakukan berdasarkan perhitungan internal jamaah Tarekat Naqsyabandiyah.

“Dari perhitungan kami, Hari Raya Lebaran Haji jatuh hari ini dan itu sudah kami hitung dari awal Ramadhan,” ujar Zahar di Padang, Selasa.

Ia menjelaskan jamaah memiliki metode tersendiri dalam menentukan awal Ramadhan, 1 Syawal, hingga Hari Raya Idul Adha.

Perbedaan Penetapan Hari Raya Dinilai Hal Biasa

Zahar menilai perbedaan pelaksanaan Shalat Idul Adha maupun Idul Fitri yang terjadi hampir setiap tahun bukan persoalan yang perlu dipermasalahkan.

Menurut dia, yang terpenting adalah tujuan ibadah dan amalan yang dilakukan kepada Tuhan.

“Tidak apa-apa ada perbedaan yang penting tujuannya sama,” katanya.

Ia menyebut sejak mushalla tersebut berdiri pada 1910, jamaah yang melaksanakan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha tidak hanya berasal dari Kecamatan Pauh, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Pelaksanaan ibadah berlangsung khusyuk dengan dihadiri jamaah dari berbagai kalangan.

Jamaah Mengaku Sudah Ikut Tradisi Sejak Kecil

Salah seorang jamaah Tarekat Naqsyabandiyah, Juni, mengatakan dirinya sudah mengikuti pelaksanaan Shalat Id bersama keluarga di mushalla tersebut sejak kecil.

Ia tetap menyambut baik meskipun terdapat perbedaan waktu pelaksanaan dengan pemerintah.

“Saya sudah sejak kecil diajak orang tua untuk shalat di sini terutama Idul Adha dan Idul Fitri,” ujar Juni.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin (18/5/2026) sehingga Hari Raya Idul Adha diperingati pada Rabu (27/5/2026).

Muhammadiyah melalui metode Kalender Hijriah Global Tunggal juga menetapkan Idul Adha jatuh pada Rabu (27/5/2026).

Penulis :
Ahmad Yusuf