HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Kembali Kunjungi Prancis untuk Perkuat Kerja Sama Strategis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Prabowo Kembali Kunjungi Prancis untuk Perkuat Kerja Sama Strategis
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro (tengah) memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (ANTARA/Fathur Rochman).)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kerja ke Prancis setelah berangkat pada Senin (25/5/2026) malam guna memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan Presiden Prabowo masih berada di Prancis hingga Rabu (27/5/2026).

“Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Shalat Idul Adha Presiden Menyesuaikan Situasi di Prancis

Juri menjelaskan pelaksanaan Shalat Idul Adha Presiden Prabowo akan menyesuaikan kondisi selama berada di Prancis.

“Jadi, tentu akan menyesuaikan (lokasi shalat Idul Adha Presiden), karena pas hari Rabu masih ada di sana. Jadi, tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja,” ujarnya.

Terkait agenda lengkap Presiden selama di Prancis, Juri menyebut penjelasan lebih rinci akan disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono.

“Nanti Pak Menlu yang menjelaskan,” katanya.

Fokus Perkuat Hubungan Bilateral dan Industri Pertahanan

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

“Juga rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” ungkap Sugiono.

Prabowo sebelumnya juga telah bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada 14 April 2026 dalam pertemuan tertutup.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk industri pertahanan dan pendidikan.

Sugiono mengatakan salah satu fokus kerja sama berada pada sektor alat utama sistem senjata atau alutsista karena Indonesia membeli sejumlah perlengkapan pertahanan dari Prancis.

Selain itu, kerja sama pendidikan di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM) juga menjadi perhatian guna mendukung transfer teknologi dan peningkatan penguasaan teknologi alutsista.

Menurut Sugiono, hubungan personal antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron menjadi modal penting untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Prancis.

Penulis :
Ahmad Yusuf