
Pantau - Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan Hari Raya Idul Adha mengajarkan umat untuk meneguhkan semangat keikhlasan dan kepedulian sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Idul Adha Dinilai Perkuat Solidaritas Sosial
Nasaruddin Umar mengatakan Idul Adha menjadi momentum penting untuk kembali memperkuat nilai keikhlasan, tanggung jawab sosial, dan empati terhadap sesama.
"Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Idul Adha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial," ungkapnya.
Ia menjelaskan ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga makna sosial yang nyata dalam kehidupan masyarakat.
Menurut dia, pembagian daging kurban bukan sekadar simbol keagamaan, melainkan bentuk konkret kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Nasaruddin menilai distribusi daging kurban dapat membantu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan protein keluarga.
Ia menambahkan daging kurban juga berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di tengah masyarakat.
"Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas," ujarnya.
Menag dan Fadli Zon Ajak Perkuat Nilai Pengorbanan
Menteri Agama mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperluas manfaat dan memperkuat kepedulian sosial melalui ibadah kurban.
"Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan memberkahi bangsa Indonesia," katanya.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menyebut Idul Adha sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, toleransi, dan solidaritas sosial.
"Peringatan Idul Adha ini merupakan satu peringatan yang penting, terutama bagi umat Islam yang merayakan, karena di situ ada satu arti tentang pengorbanan, keikhlasan, tentang toleransi, tentang solidaritas sosial," tutur Fadli Zon.
Ia menilai nilai-nilai tersebut telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia, termasuk tradisi saling membantu kepada masyarakat yang membutuhkan.
- Penulis :
- Shila Glorya





