HOME  ⁄  Nasional

Transjakarta Targetkan Transformasi Layanan dan Operasional 2027 untuk Menekan Beban Subsidi APBD DKI Jakarta

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Transjakarta Targetkan Transformasi Layanan dan Operasional 2027 untuk Menekan Beban Subsidi APBD DKI Jakarta
Foto: Ilustrasi - Bus Transjakarta melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Sumber : ANTARA FOTO/Fauzan)

Pantau - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan transformasi layanan dan operasional pada tahun 2027 melalui digitalisasi, penguatan tata kelola perusahaan, dan penerapan prinsip keberlanjutan sebagai respons atas dorongan pengurangan beban subsidi APBD DKI Jakarta.

Transformasi dan Strategi Perusahaan 

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza mengatakan bahwa fokus utama perusahaan adalah transformasi layanan dan operasional, sebagaimana ia mengungkapkan, "Fokus pada transformasi layanan dan operasional melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola perusahaan".

Transformasi tersebut akan dilakukan melalui penguatan sistem digital, perbaikan tata kelola perusahaan, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional layanan transportasi publik di Jakarta.

Transjakarta juga menyiapkan optimalisasi aset fisik dan nonfisik sebagai bagian dari strategi pengembangan, termasuk program Open Top Tour of Jakarta, Jakarta Skyfan Run, serta aktivasi halte-halte ikonik, sebagaimana Welfizon Yuza menyampaikan, "Program yang akan kami lakukan adalah optimalisasi pemanfaatan aset fisik dan nonfisik".

Dorongan DPRD dan Evaluasi Subsidi 

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya menyebut masyarakat masih membutuhkan subsidi transportasi publik, sementara subsidi Transjakarta diketahui mencapai sekitar Rp4,2 triliun.

Dimaz Raditya memberikan tantangan kepada manajemen Transjakarta untuk menghadirkan inovasi pengurangan subsidi tanpa menurunkan kualitas layanan, sebagaimana ia mengungkapkan, "Saya memberikan tantangan kepada direktur utama Transjakarta untuk menyampaikan ide atau program yang baik untuk mengurangi angka subsidi yang sampai sekarang masih besar".

Ia juga menekankan pentingnya penguatan strategi pendapatan non-tiket atau non-farebox agar tidak sepenuhnya bergantung pada APBD, serta menegaskan bahwa kenaikan tarif masih perlu dikaji secara hati-hati, sebagaimana ia menyampaikan, "Pengurangan subsidi itu harus tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat, sehingga masyarakat juga tidak terbebani".

Dimaz menambahkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum sepenuhnya stabil sehingga opsi kenaikan tarif belum menjadi keputusan final dan masih dalam tahap kajian bersama pihak terkait.

Transformasi Transjakarta dan evaluasi skema subsidi tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD DKI Jakarta sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi publik di ibu kota.

Penulis :
Arian Mesa