
Pantau - Pemerintah Kota Surabaya memperketat pengawasan pelaksanaan kurban Idul Adha 1447 Hijriah sebagai upaya menjaga keamanan pangan, kesehatan hewan, dan pengelolaan lingkungan di tengah meningkatnya tantangan perkotaan.
Menjelang Idul Adha, aktivitas masyarakat di Surabaya mulai dipenuhi persiapan pemotongan hewan kurban, mulai dari pemasangan tenda hingga kedatangan sapi dari berbagai daerah.
Namun, di balik tradisi tahunan tersebut, kota besar seperti Surabaya kini menghadapi persoalan yang lebih kompleks, mulai dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kepadatan permukiman, limbah pemotongan, hingga standar higienitas daging kurban.
Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan aturan yang mewajibkan vaksinasi PMK, kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan, serta pengawasan ketat lokasi pemotongan hewan kurban.
RPH Surabaya Perkuat Sistem Biosekuriti
Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya juga memperkuat sistem biosekuriti dengan pemeriksaan dokter hewan dan prosedur pemotongan yang lebih higienis.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari mitigasi risiko kesehatan publik dan keamanan pangan di kawasan perkotaan.
Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan antemortem dan postmortem untuk memastikan hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
Peningkatan lalu lintas ternak menjelang Idul Adha membuat Surabaya berada dalam posisi rawan karena menjadi daerah tujuan distribusi sapi dari berbagai wilayah Jawa Timur dan luar provinsi.
Dalam kondisi tersebut, satu hewan sakit yang lolos pengawasan berpotensi memicu dampak besar terhadap kesehatan hewan lain dan distribusi pangan masyarakat.
Kesadaran Masyarakat Soal Keamanan Pangan Meningkat
Kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan juga disebut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Masyarakat kini mulai memperhatikan asal ternak, kondisi kesehatan hewan, hingga kebersihan proses pemotongan sebelum mengonsumsi daging kurban.
Idul Adha tidak lagi dipandang sekadar tradisi ibadah tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan kesehatan publik, lingkungan, dan tata kota modern.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





