
Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya penerapan hukum internasional dan prinsip multilateralisme secara adil dalam penyelesaian konflik Palestina saat menghadiri Debat Terbuka Tingkat Tinggi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Selasa.
Sugiono menyampaikan situasi di Palestina, khususnya Gaza, menjadi contoh nyata kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional secara konsisten.
"Indonesia menilai situasi di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi cerminan nyata dari kegagalan komunitas internasional dalam menegakkan prinsip-prinsip tersebut secara adil dan konsisten," kata Sugiono dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan Indonesia tetap mendukung solusi dua negara atau Two State Solution sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.
Indonesia Soroti Serangan terhadap Pasukan PBB
Selain isu Palestina, Sugiono juga mengecam meningkatnya serangan terhadap pasukan perdamaian PBB yang dinilai sebagai ancaman terhadap prinsip multilateralisme global.
Menurutnya, perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB harus menjadi perhatian serius masyarakat internasional.
Sugiono juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum laut internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), guna menjaga jalur pelayaran strategis dunia tetap aman dari konflik.
Ia turut menyoroti ancaman keamanan global baru, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan senjata otonom yang dinilai memengaruhi pola konflik modern.
RI Dorong Reformasi Dewan Keamanan PBB
Dalam forum tersebut, Indonesia kembali mendorong reformasi DK PBB agar lebih representatif, transparan, dan mampu mewakili suara negara-negara berkembang.
"Dunia tidak memerlukan hierarki baru, melainkan pembaharuan komitmen untuk kembali pada prinsip-prinsip piagam PBB dan memperkuat multilateralisme yang melayani seluruh negara secara setara," ujar Sugiono.
Di sela agenda DK PBB, Sugiono juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri China dan Argentina untuk membahas isu strategis serta perkembangan global terkini.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





