HOME  ⁄  Geopolitik

Mark Carney Desak Investigasi Independen atas Perlakuan Aktivis Armada Bantuan Gaza dalam Pembicaraan dengan Presiden Israel

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Mark Carney Desak Investigasi Independen atas Perlakuan Aktivis Armada Bantuan Gaza dalam Pembicaraan dengan Presiden Israel
Foto: Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney pada Senin (25/5) menyerukan penyelidikan independen atas perlakuan terhadap warga sipil di atas armada bantuan yang menuju Gaza dalam percakapan via telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog. (sumber : ANTARA/Xinhua)

Pantau - Pada Senin 25 Mei 2026, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyerukan investigasi independen atas perlakuan terhadap warga sipil dalam armada bantuan menuju Gaza dalam percakapan telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog.

Seruan Investigasi dan Kritik Diplomatik

Mark Carney menyebut perlakuan terhadap warga sipil, termasuk warga negara Kanada, dalam insiden di atas kapal armada bantuan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

Pemerintah Kanada menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap martabat manusia harus selalu dijunjung tinggi dalam setiap situasi.

Carney juga mengecam pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terkait insiden tersebut dalam komunikasi diplomatik itu.

Krisis Gaza dan Respons Internasional

Dalam pembicaraan tersebut, Carney menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza yang ia sebut sebagai situasi katastropik.

Kanada menyerukan agar akses bantuan kemanusiaan ke Gaza segera dibuka tanpa hambatan untuk meringankan kondisi warga sipil.

Kanada kembali menegaskan penolakannya terhadap perluasan permukiman Israel yang dianggap ilegal di Tepi Barat.

Kanada juga mengecam kekerasan oleh pemukim serta kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah tersebut.

Carney menegaskan dukungan Kanada terhadap solusi dua negara yang dinegosiasikan antara Israel dan Palestina.

Insiden Armada Bantuan dan Dampak

Dalam insiden sebelumnya, ratusan anggota armada bantuan menuju Gaza dibawa ke Pelabuhan Ashdod oleh pihak Israel.

Laporan menyebut sebagian aktivis diborgol dan dipaksa berlutut dalam proses penanganan di pelabuhan.

Aktivis dari armada bantuan tersebut kemudian dideportasi oleh Israel pada Kamis 21 Mei 2026.

Peristiwa tersebut memicu reaksi dan kemarahan dari komunitas internasional.

Penulis :
Leon Weldrick