HOME  ⁄  Nasional

Spirit Kurban Dinilai Jadi Momentum Perkuat Gizi dan Ketahanan Generasi Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Spirit Kurban Dinilai Jadi Momentum Perkuat Gizi dan Ketahanan Generasi Indonesia
Foto: (Sumber : Petugas memotong daging hewan kurban di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Rabu (27/5/2026). Panitia kurban Masjid Cut Meutia menyembelih 21 ekor sapi dan 21 ekor kambing pada perayaan Idul Adha 1447 H. ANTARA FOTO/Salma Talita/nym.)

Pantau - Momentum Idul Adha 1447 Hijriah dinilai tidak hanya memiliki makna ibadah dan spiritual, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia melalui distribusi daging kurban.

Dalam telaah yang ditulis Misbakhul Munir, kurban disebut memiliki dimensi sosial dan kesehatan masyarakat yang besar, terutama di tengah tantangan ketimpangan gizi dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Distribusi daging kurban disebut menjadi kesempatan penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh asupan protein hewani yang berkualitas.

Daging Kurban Dinilai Penting untuk Perbaikan Gizi

Daging sapi, kambing, dan domba disebut mengandung protein lengkap yang kaya asam amino esensial untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh.

Selain protein, daging merah juga mengandung zat besi, zinc, selenium, dan vitamin B12 yang penting bagi perkembangan otak dan metabolisme tubuh.

Kandungan zat besi hem dalam daging disebut lebih mudah diserap tubuh dibandingkan sumber nabati sehingga penting untuk mencegah anemia dan gangguan tumbuh kembang anak.

Persoalan tersebut dinilai relevan karena Indonesia masih menghadapi tantangan stunting, anemia pada remaja putri, hingga kekurangan protein di sejumlah daerah.

Kondisi gizi yang buruk disebut dapat berdampak pada kemampuan belajar, perkembangan kognitif, hingga produktivitas masyarakat di masa depan.

Distribusi Kurban Harus Tepat Sasaran

Telaah tersebut menekankan bahwa keberhasilan kurban tidak hanya diukur dari jumlah hewan yang disembelih, tetapi juga dari ketepatan distribusinya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Distribusi daging kurban yang merata dinilai dapat memperkuat solidaritas sosial sekaligus membantu kelompok rentan memperoleh akses pangan bergizi.

Momentum Idul Adha juga disebut mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan sosial masyarakat.

Selain itu, pelaksanaan kurban juga harus memperhatikan aspek kebersihan, kehalalan, dan kesejahteraan hewan.

Keberadaan juru sembelih halal atau Juleha dinilai penting untuk memastikan proses penyembelihan sesuai syariat Islam, higienis, aman, dan meminimalkan risiko kontaminasi pangan.

Penulis :
Aditya Yohan