
Pantau - Pengelola Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, menggunakan kemasan besek untuk mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik.
“Kami untuk tahap pertama pakai besek. Sudah dua tahun ini kami pakai besek,” kata Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar Tatang Komara di Jakarta, Rabu.
Penggunaan besek tersebut diterapkan untuk sebagian penerima daging kurban, terutama pengurban, pejabat, dan warga sekitar kawasan masjid.
Namun, panitia masih menggunakan kantong plastik untuk distribusi jarak jauh guna menghindari kebocoran darah selama pengiriman.
“Bagi yang memang jauh-jauh karena takut ada darah dan lain-lain, kita tetap dilapisi kantong kresek,” ujar Tatang.
Sistem Antar Hindari Kerumunan Massa
Selain mengurangi penggunaan plastik, panitia kurban Masjid Al-Azhar juga menerapkan sistem distribusi langsung atau delivery order (DO) untuk menghindari kerumunan massa saat pembagian daging kurban.
“Kami sekarang sistemnya DO, jadi kita antar,” ungkapnya.
Melalui sistem tersebut, daging kurban diantarkan langsung ke instansi pemerintah, pesantren, panti sosial, hingga masyarakat yang sebelumnya telah mengajukan permohonan.
Panitia juga menghindari penggunaan kantong plastik hitam sesuai imbauan pemerintah daerah dengan menggantinya menggunakan kantong plastik putih atau merah.
Puluhan Panitia Diterjunkan
Pendistribusian daging kurban dijadwalkan dilakukan setelah salat dzuhur dalam bentuk potongan daging yang telah dikemas oleh panitia.
Sebanyak 15 orang tim jagal dan sekitar 25 panitia internal diterjunkan untuk menangani proses pemotongan, pencacahan, hingga distribusi daging kurban.
Daging kurban tersebut nantinya dibagikan kepada pesantren, panti sosial, guru, karyawan, jemaah, hingga desa binaan di luar Pulau Jawa.
- Penulis :
- Aditya Yohan





