HOME  ⁄  Nasional

Iran dan Malaysia Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Saat Momentum Idul Adha

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran dan Malaysia Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Saat Momentum Idul Adha
Foto: (Sumber : Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat melakukan percakapan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, melalui sambungan telepon dari Malaysia, Selasa (24/6/2025). (ANTARA/HO-Telegram Anwar Ibrahim).)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sepakat mempererat hubungan bilateral serta memperkuat persatuan antarnegara Islam dalam percakapan telepon saat momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Iran Dorong Penguatan Kerja Sama dengan Malaysia

Dalam percakapan telepon yang berlangsung pada Selasa (26/5), Presiden Pezeshkian menyampaikan ucapan selamat Idul Adha kepada pemerintah dan rakyat Malaysia.

Pezeshkian menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan konvergensi di antara negara-negara Islam, termasuk melanjutkan konsultasi ekonomi dan politik antara Iran dan Malaysia.

“Indonesia menegaskan kembali komitmennya dalam memajukan nilai-nilai universal hak asasi manusia, toleransi, dan keadilan sosial, sembari menekankan pentingnya keterlibatan dan kemitraan konstruktif antarnegara,” katanya.

Ia juga berharap upaya diplomatik di kawasan dapat menghasilkan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan.

Selain itu, Pezeshkian menyerukan persatuan umat Islam untuk menghadapi kejahatan rezim zionis Israel dan Amerika Serikat.

Malaysia Sambut Ajakan Perkuat Solidaritas

Presiden Iran turut memuji sikap PM Malaysia Anwar Ibrahim terkait agresi AS-Israel terhadap Iran serta mengapresiasi upaya Malaysia dalam mendorong perdamaian global.

Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian juga mengundang Anwar Ibrahim untuk berkunjung ke Teheran guna memperluas kerja sama bilateral dan menindaklanjuti kesepakatan bersama.

Sementara itu, pemerintah Malaysia menyampaikan ucapan selamat Idul Adha kepada rakyat Iran dan menegaskan pentingnya solidaritas antarnegara Islam dalam menghadapi penindasan dan berbagai konflik global.

Percakapan kedua pemimpin berlangsung di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap situasi geopolitik kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan