
Pantau - Kementerian Pertanian mengerahkan sebanyak 8.633 petugas pemantau hewan kurban secara nasional untuk memastikan kesehatan, keamanan, kelayakan, dan standar penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan para petugas terdiri atas tenaga medik dan paramedik veteriner yang diterjunkan ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Agung Suganda saat pelaksanaan kurban Kementerian Pertanian bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia di kawasan Masjid Nurul Iman, Kementan, Jakarta.
"Kami memastikan seluruh hewan kurban yang dipotong memenuhi standar kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan, dan kehalalan," ungkap Agung Suganda.
Pengawasan Kurban Diperketat di Seluruh Daerah
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tingkat provinsi serta kabupaten/kota telah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan kurban.
Pemerintah juga melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada panitia kurban agar seluruh proses penyembelihan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Kementan menegaskan pengawasan dilakukan secara ketat, termasuk terhadap penyembelihan hewan kurban di luar rumah potong hewan (RPH).
Pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota turut menerjunkan petugas pemantau hewan kurban di wilayah masing-masing.
Pengawasan pelaksanaan kurban juga melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, organisasi peternak, serta juru sembelih halal.
Mahasiswa Kedokteran Hewan Turut Dilibatkan
Kementan turut melibatkan mahasiswa dari 14 fakultas kedokteran hewan di Indonesia dalam pengawasan Idul Adha 2026.
Mahasiswa membantu pemantauan kesehatan hewan kurban dan edukasi penyembelihan yang aman, higienis, serta sesuai standar veteriner.
Agung Suganda berharap pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Idul Adha 2026 berjalan lancar dan khidmat.
Indonesia Surplus 800 Ribu Ekor Hewan Kurban
Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Sudaryono, mengatakan Indonesia mengalami surplus ternak pada Idul Adha 1447 Hijriah.
Ketersediaan hewan kurban nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor.
Sementara kebutuhan konsumsi hewan kurban secara nasional diperkirakan sekitar 2,4 juta ekor.
Dengan jumlah tersebut, Indonesia mengalami surplus sekitar 800 ribu ekor hewan kurban.
"Surplus ini menjadi rahmat dan rezeki bagi bangsa Indonesia," ujar Sudaryono.
- Penulis :
- Leon Weldrick





