HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Selatan Terima 115 Hewan Kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemkot Jakarta Selatan Terima 115 Hewan Kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah
Foto: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menerima 115 hewan kurban untuk pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu 27/5/2026 (sumber: Kominfotik Jakarta Selatan)

Pantau - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menerima 115 hewan kurban untuk pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah yang ditempatkan di area sekitar Masjid Darul Jannah di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho mengatakan hingga Rabu, 27 Mei 2026, pihaknya telah menerima 47 ekor sapi dan 68 ekor kambing.

“Sampai hari ini, Alhamdulillah, kami telah menerima 47 ekor sapi dan 68 ekor kambing. Insya Allah, jumlah ini akan terus bertambah dari partisipasi masyarakat, pegawai maupun para pelaku usaha,” ungkap Ali Murthadho.

Proses Penyaluran dan Pemotongan Hewan Kurban

Pemkot Jakarta Selatan bekerja sama dengan Masjid Darul Jannah dalam proses penerimaan, pemotongan, dan penyaluran hewan kurban.

Penyaluran hewan kurban dilakukan melalui dua skema yakni disalurkan ke masjid, yayasan, atau pesantren serta diproses langsung melalui Masjid Darul Jannah yang melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Dalam proses pemotongan, panitia bersama Masjid Darul Jannah menggunakan alat bantu perebah sapi untuk memenuhi persyaratan syariat penyembelihan hewan kurban.

Penggunaan alat tersebut juga bertujuan menjamin keamanan dan keselamatan saat penyembelihan serta mempercepat proses pemotongan hewan kurban.

Pemeriksaan Kesehatan dan Pengelolaan Limbah

Ali Murthadho menjelaskan seluruh hewan kurban diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan segera setelah diterima.

Pemeriksaan terhadap daging kurban juga kembali dilakukan saat proses penyembelihan berlangsung.

“Perlu saya sampaikan juga bahwa pelaksanaan kurban di sini, diawali dengan pemeriksaan kesehatan hewan oleh dokter hewan dari Sudin KPKP segera setelah hewan diterima. Kemudian, pada saat penyembelihan, daging kurban juga diperiksa kembali,” jelasnya.

Untuk penanganan limbah penyembelihan, panitia telah menyiapkan sarana yang memenuhi persyaratan lingkungan.

Pembuangan darah dan jeroan hewan kurban dilakukan pada titik lubang tanah yang sudah ditentukan dengan ukuran kedalaman dan lebar tertentu.

Dalam proses penyaluran daging kurban, panitia menggunakan bongsang atau besek bambu sebagai wadah distribusi.

Penggunaan wadah tradisional tersebut bertujuan mendukung program pilah sampah dan meminimalkan sampah non-organik seperti plastik.

Kebijakan penggunaan besek bambu juga diterapkan di tingkat kecamatan dan kelurahan di wilayah Jakarta Selatan.

Ali Murthadho berharap kegiatan kurban tersebut dapat membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi serta meningkatkan sektor ekonomi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi. Lalu, mampu meningkatkan sektor ekonomi dan bagi masyarakat yang berkurban. Kami yakin ibadah mereka tersalurkan dengan baik dan dilaksanakan secara profesional oleh panitia di sini,” tuturnya.

Penulis :
Shila Glorya