
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis provinsinya mampu mempercepat target swasembada gula konsumsi nasional melalui peningkatan produktivitas tebu dan optimalisasi penggilingan pabrik gula.
Optimisme itu disampaikan Khofifah saat meninjau proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, Kamis (28/5).
"Alhamdulillah, target nasional yang diharapkan adalah swasembada gula konsumsi. Maka yang harus terus diperkuat adalah produktivitas dan luas lahan, khususnya di Jatim," kata Khofifah.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah melihat langsung proses pembongkaran tebu dari truk pengangkut, penggilingan, penyaringan nira, pengkristalan hingga pengemasan gula.
Aktivitas di pabrik terlihat padat dengan antrean truk tebu yang terus berdatangan sejak pagi untuk memasok kebutuhan penggilingan.
Menurut Khofifah, tingginya pasokan tebu menunjukkan antusiasme petani sekaligus meningkatnya produktivitas panen tahun ini.
"Insya Allah antrean ini segera terurai karena beberapa pabrik gula lain juga mulai melakukan penggilingan. Jadi proses perbaikan di berbagai lini terus dilakukan supaya ritme produksi bisa semakin baik," ujarnya.
Produksi Gula Jawa Timur Tertinggi Nasional
PG Ngadirejo merupakan unit usaha milik PT Sinergi Gula Nusantara dengan kapasitas penggilingan mencapai 7.000 ton cane per day (TCD).
Pada musim giling 2025, pabrik tersebut mencatat penggilingan sebanyak 10.676.262 kuintal tebu.
Khofifah menilai kapasitas besar tersebut harus diimbangi peningkatan kualitas produksi melalui penguatan rendemen gula.
"Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Insya Allah musim giling sekarang ini sudah bisa mencapai 8,5 persen. Artinya sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya," katanya.
Kontribusi Jawa Timur terhadap produksi gula nasional saat ini mencapai 51 persen.
Produksi gula kristal putih Jawa Timur pada 2025 tercatat mencapai 1.343.995 ton atau menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Jumlah itu melampaui produksi gula Provinsi Lampung sebesar 663.198 ton dan Jawa Tengah sebesar 344.243 ton.
Sinergi Petani dan Pabrik Gula Jadi Kunci
Khofifah mengapresiasi kolaborasi petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas produksi gula nasional.
"Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan serta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi menjaga produktivitas dan stabilitas gula nasional. Semangat kolaborasi ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2026 ini," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi juga optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai pada akhir 2026.
“Bahkan untuk produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat 1,5 juta ton dari tahun sebelumnya, kami berharap PG Ngadiredjo menjadi pilar swasembada gula nasional,” kata Mahmudi.
- Penulis :
- Aditya Yohan





