
Pantau - PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat terus menghadirkan ekosistem kelistrikan modern di Tanah Papua sebagai bagian dari upaya mendorong budaya electrifying lifestyle di tengah masyarakat.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur mengatakan gaya hidup berbasis listrik menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk itu masyarakat Papua dapat mulai menerapkan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari melalui penggunaan berbagai perangkat berbasis listrik, seperti kompor induksi, rice cooker, oven listrik, air fryer hingga kendaraan listrik,” kata Roberth di Jayapura, Kamis (28/5).
Menurut dia, electrifying lifestyle bukan sekadar tren, tetapi bagian dari pembangunan modern berbasis energi bersih di Papua dan Papua Barat.
Dorong Ekonomi dan Kurangi Emisi Karbon
PLN menilai penggunaan energi listrik membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk bagi petani dan nelayan melalui pemanfaatan teknologi berbasis listrik.
“Karena dengan pemanfaatan energi listrik di Papua membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk membantu petani dan nelayan meningkatkan nilai tambah hasil produksi melalui penggunaan teknologi berbasis listrik,” ujarnya.
Selain itu, transisi menuju penggunaan energi listrik dinilai mampu menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian alam Papua yang masih asri.
PLN juga memastikan infrastruktur kelistrikan di Papua dan Papua Barat dalam kondisi siap untuk mendukung penerapan gaya hidup berbasis energi listrik tersebut.
PLN Siapkan 39 SPKLU di Tanah Papua
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik, PLN bersama mitra telah menghadirkan 39 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah Papua.
SPKLU tersebut tersebar di sejumlah daerah seperti Jayapura, Wamena, Biak, Timika, Merauke, Manokwari, dan Sorong.
“Seluruh SPKLU juga telah terintegrasi dengan aplikasi PLN Mobile sehingga masyarakat bisa lebih mudah mencari lokasi pengisian kendaraan listrik dan melakukan pengisian daya secara mandiri,” kata Roberth.
- Penulis :
- Aditya Yohan





