HOME  ⁄  Nasional

Alperklinas Dorong Pengawasan Standar Konstruksi Listrik untuk Tingkatkan Keselamatan Konsumen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Alperklinas Dorong Pengawasan Standar Konstruksi Listrik untuk Tingkatkan Keselamatan Konsumen
Foto: (Sumber :Perwakilan Alperklinas hadir dalam Plenary Meeting International ISO COPOLCO di Hainan, China, belum lama ini untuk turut menyuarakan isu konsumen kelistrikan Indonesia di forum global. (ANTARA/HO-PLN Watch).)

Pantau - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (Alperklinas) mendorong penguatan pengawasan terhadap penerapan standar konstruksi dan material kelistrikan guna meningkatkan keselamatan konsumen serta menjaga keandalan infrastruktur ketenagalistrikan.

Pengawasan Diminta Dilakukan di Seluruh Tahapan

“Setiap komponen yang dipasang memiliki hubungan langsung dengan keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan listrik sehingga pengawasan harus dilakukan secara konsisten di seluruh tahapan,” kata Ketua Umum Alperklinas Tohom Purba dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Tohom menjelaskan pengawasan perlu dilakukan sejak tahap perencanaan, pengadaan, pelaksanaan pekerjaan, pengujian, hingga penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Ia menegaskan seluruh pembangunan instalasi kelistrikan wajib mengacu pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL), Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar PLN (SPLN), serta ketentuan teknis lainnya untuk menjaga kualitas infrastruktur.

Menurutnya, kepatuhan terhadap standar tersebut penting untuk mencegah kecelakaan kerja, kebakaran akibat hubungan pendek, kerusakan peralatan pelanggan, gangguan jaringan, hingga kegagalan sistem yang dapat menghambat aktivitas ekonomi.

Dukung Transformasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Tohom menilai pengawasan semakin penting mengingat kondisi geografis Indonesia yang memiliki tingkat kelembapan tinggi, curah hujan besar, potensi korosi di wilayah pesisir, serta kerawanan gempa di sejumlah daerah.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan pada jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah serta pembangunan jaringan kabel bawah tanah yang membutuhkan pemeriksaan ketat terhadap konstruksi dan material.

“Konstruksi jaringan distribusi merupakan bagian yang paling dekat dengan konsumen sehingga ketepatan jarak aman, kualitas kabel, kekuatan tiang, sistem pembumian dan perangkat pengaman harus diperiksa secara disiplin,” ujarnya.

Alperklinas mendukung langkah PT PLN (Persero) memperkuat standardisasi internal, pengujian material, evaluasi vendor, inspeksi lapangan, serta digitalisasi pemantauan kualitas pekerjaan sebagai bagian dari transformasi sektor ketenagalistrikan.

“Biaya untuk memenuhi standar jauh lebih kecil dibandingkan kerugian akibat kecelakaan, kebakaran, pemadaman, kerusakan peralatan, maupun pembangunan ulang karena kualitas konstruksi yang tidak memenuhi spesifikasi,” ungkap Tohom.

Alperklinas juga mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri yang telah memenuhi standar teknis dan memperkuat koordinasi antara pemerintah, PLN, produsen, kontraktor, lembaga sertifikasi, asosiasi profesi, serta organisasi perlindungan konsumen untuk mengawasi rantai pasok material kelistrikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf