
Pantau - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengingatkan instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keselamatan berisiko memicu kebakaran, sengatan listrik, hingga menimbulkan kerugian materiil.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim mengatakan arus pendek akibat instalasi listrik yang tidak memenuhi standar menjadi salah satu penyebab utama kebakaran yang sering terjadi.
“Mitigasi bencana bukan saja dilihat dari segi kelistrikan, tetapi faktor alam juga sangat memengaruhi. Penyebab utama kebakaran yang sering terjadi adalah arus pendek akibat instalasi yang tidak memenuhi standar,” kata Firmanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Firmanuddin menegaskan edukasi mengenai keselamatan kelistrikan dan kebencanaan menjadi kewajiban pemerintah untuk menjamin keselamatan kerja, gedung, serta masyarakat.
Instalasi Tak Sesuai Standar Masih Ditemukan
Pemerintah Kota Jakarta Selatan hingga kini masih menemukan instalasi listrik pada bangunan gedung yang belum memenuhi standar keselamatan.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera diperbaiki karena dapat meningkatkan risiko kebakaran maupun kecelakaan akibat listrik.
“Aman dan andal berarti sistem kelistrikan mampu beroperasi secara berkelanjutan tanpa gangguan. Kita perlu memperbaiki jika ada kekurangan dalam standar keamanan di gedung masing-masing,” ujar Firmanuddin.
Pemerintah berharap pengelola gedung melakukan evaluasi terhadap sistem kelistrikan dan memperbaiki kekurangan dalam penerapan standar keamanan.
Edukasi Keselamatan Didorong hingga Kecamatan
Pemerintah Kota Jakarta Selatan mendorong sosialisasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan dan mitigasi kebencanaan dilaksanakan hingga tingkat kecamatan.
Sosialisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pengelola gedung, teknisi, dan masyarakat mengenai regulasi serta standar keselamatan ketenagalistrikan.
Upaya edukasi diharapkan dapat mendorong penerapan sistem kelistrikan yang aman dan andal sekaligus mengurangi risiko kebakaran akibat arus pendek.
- Penulis :
- Aditya Yohan




