
Pantau - Kementerian Pariwisata menyiapkan skema rekonstruksi Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat setelah kebakaran pada Sabtu (22/8/2026) dengan pemulihan yang mencakup pembangunan fisik serta penguatan ketahanan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan melibatkan masyarakat dalam proses pemulihan serta pembangunan kembali desa adat tersebut.
“Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Widiyanti telah menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Politeknik Pariwisata Lombok, serta pemangku kepentingan sektor pariwisata.
Pemerintah Siapkan Empat Langkah Rekonstruksi
Rapat koordinasi tersebut merumuskan empat langkah utama dalam rencana jangka panjang rekonstruksi Desa Adat Sade.
Langkah pertama dilakukan melalui pembentukan tim kerja lintas sektor yang melibatkan kementerian dan lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat adat.
Tim tersebut akan melakukan pendataan terperinci terhadap masyarakat dan pekerja terdampak agar bantuan dapat disalurkan secara terarah dan tepat sasaran.
Pemerintah selanjutnya merencanakan pembukaan akun donasi satu pintu untuk mempermudah pengumpulan dana rekonstruksi desa.
Upaya tersebut akan disertai pemenuhan pasokan bahan baku bangunan tradisional yang menjadi salah satu tantangan masyarakat adat dalam membangun kembali hunian.
Langkah berikutnya berfokus pada penyusunan masterplan rekonstruksi bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat adat untuk mempertahankan karakter serta identitas asli Desa Sade.
Sistem Proteksi Kebakaran Akan Diperkuat
Rencana rekonstruksi akan dilengkapi Sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi berupa penyediaan titik alat pemadam api ringan (APAR) komunal yang dirancang menyatu dengan estetika desa.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan embung air darurat serta penataan infrastruktur dasar, termasuk sanitasi dan pengelolaan sampah.
Widiyanti menegaskan rumah adat Sade mempunyai nilai historis tinggi sekaligus menjadi tumpuan mata pencaharian warga sehingga pemerintah pusat dan daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan rumah layak tinggal bagi masyarakat adat.
Proses pemulihan juga diarahkan untuk menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam rekonstruksi Desa Sade.
Kementerian Pariwisata berharap masterplan rekonstruksi Desa Sade dapat menjadi proyek percontohan atau pilot project bagi desa adat lainnya dalam memperkuat mitigasi risiko dan keselamatan tanpa menghilangkan nilai tradisi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




