HOME  ⁄  Nasional

Kelurahan Kwitang Menukar Sampah Warga dengan Pangan Bergizi dan Uang Tunai

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kelurahan Kwitang Menukar Sampah Warga dengan Pangan Bergizi dan Uang Tunai
Foto: (Sumber :Kegiatan penimbangan sampah di Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Jakpus).)

Pantau - Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat, meluncurkan program penukaran sampah organik dan anorganik dengan bahan pangan bergizi serta uang tunai untuk mengurangi penumpukan sampah di kawasan permukiman.

Program tersebut dilaksanakan di RW 01 hingga RW 09 dengan penimbangan sampah secara rutin setiap Jumat pagi di halaman Kantor Kelurahan Kwitang.

Lurah Kwitang Ferry Zahrudin mengatakan warga dapat menyerahkan sampah secara langsung maupun menggunakan layanan pengambilan di lingkungan RW.

"Mekanisme pengumpulan sampahnya dilakukan secara fleksibel. Warga dapat membawa langsung limbah ke kelurahan atau memanfaatkan layanan jemput bola di pos-pos RW setempat," kata Ferry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Kelurahan Kwitang, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), dan mitra Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

Sampah Bisa Ditukar Uang dan Sayuran

Mekanisme penukaran dibedakan berdasarkan jenis sampah organik dan anorganik yang dikumpulkan warga.

Warga dapat menerima pembayaran tunai pada hari yang sama dengan nilai berkisar Rp4.000 hingga Rp6.000 per kilogram.

"Sedangkan sampah organik dikumpulkan, dicatat, dan diserahkan ke Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) untuk diolah menjadi produk, seperti pupuk," ujar Ferry.

Penukaran dengan bahan pangan saat ini masih terbatas pada sayuran dan pangan segar, tetapi Kelurahan Kwitang membuka peluang memperluas jenis kebutuhan pokok yang diberikan kepada warga.

"Jika evaluasi ke depannya positif, kami akan mempertimbangkan mekanisme penukaran dengan sembako pokok, seperti beras dan minyak goreng bagi warga dengan koleksi sampah terbanyak, agar semangat warga semakin giat," tutur Ferry.

Insentif Dorong Warga Lebih Aktif Memilah Sampah

Warga RW 04 Kelurahan Kwitang, Sherly, mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan motivasi masyarakat untuk memilah dan mengurangi sampah.

"Pemilahan sampah ini sudah berjalan dengan pengangkutan oleh Sudin LH dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tiga kali seminggu, tapi dengan adanya insentif tukar tambah membuat warga lebih termotivasi lagi," ungkap Sherly.

Menurut Sherly, sampah yang dikumpulkan dapat langsung ditukar dengan pangan bergizi seperti singkong, ubi, dan sayur-sayuran.

Ia mengatakan nilai uang dari sampah bukan menjadi prioritas utama bagi sebagian warga karena manfaat pengurangan sampah untuk lingkungan dinilai lebih penting dalam jangka panjang.

"Yang penting bagi kami adalah bagaimana pengurangan sampah, terutama sampah organik, bisa terjaga untuk masa depan. Jika ada warga yang ingin mengumpulkan botol plastik atau kardus, itu bagus, tapi fokus kami adalah mengurangi volume sampah," pungkas Sherly.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026