
Pantau - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire menyiapkan cadangan pasokan listrik sekitar 13 megawatt (MW) untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik dari berbagai proyek strategis nasional (PSN) di Nabire.
Manager PLN UP3 Nabire Paulinus Mahuse mengatakan kapasitas pasokan listrik yang tersedia dalam sistem kelistrikan Nabire saat ini mencapai 42,4 MW.
Sementara itu, beban puncak listrik di Nabire berada di kisaran 29,3 MW sehingga terdapat selisih kapasitas sekitar 13 MW.
"Selisih kapasitas pasokan dengan beban puncak tersebut menjadi ruang bagi PLN untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan listrik," katanya.
Cadangan tersebut disiapkan karena sejumlah program strategis nasional mulai dibangun di Nabire dan diperkirakan membutuhkan tambahan pasokan listrik ketika mulai beroperasi.
Program tersebut antara lain Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Kampung Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.
PLN menilai ketersediaan dan keandalan pasokan listrik perlu terus dijaga untuk mendukung program pemerintah yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Presiden sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat di Nabire.
"Sistem kelistrikan kita masih memiliki cadangan sekitar 13 MW yang dapat digunakan untuk mengantisipasi pertumbuhan beban listrik," ujar Paulinus.
PLN Koordinasikan Kebutuhan Listrik Setiap Proyek
Meski memiliki cadangan sekitar 13 MW, PLN UP3 Nabire tetap berkoordinasi dengan PLN induk dan pusat untuk memastikan sistem kelistrikan siap menghadapi peningkatan kebutuhan listrik.
PLN UP3 Nabire juga terus memantau perkembangan masing-masing proyek melalui koordinasi dengan instansi terkait agar kebutuhan daya dapat dipersiapkan sesuai perkembangan pembangunan.
Untuk kebutuhan listrik Sekolah Rakyat, PLN berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.
Sementara untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, koordinasi dilakukan bersama Dinas Perikanan.
PLN juga berkoordinasi dengan pihak yang menangani pembangunan Koperasi Desa Merah Putih guna mengetahui perkembangan proyek dan kebutuhan pasokan listriknya.
Pemantauan secara berkala turut dilakukan terhadap pembangunan berbagai fasilitas pemerintah dan pelanggan potensial.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan kelistrikan dapat dipenuhi sesuai perkembangan pembangunan dan pertumbuhan konsumsi listrik di Nabire.
KIPP Papua Tengah Diperkirakan Membutuhkan Daya 6 MW
Selain sejumlah PSN, PLN menyiapkan pasokan listrik untuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan perkiraan kebutuhan daya sekitar 6 MW.
Perencanaan kebutuhan listrik untuk KIPP di Nabire telah dilakukan PLN sejak 2025.
Berdasarkan perhitungan PLN, kebutuhan listrik kawasan pemerintahan tersebut masih dapat dipenuhi oleh kapasitas sistem kelistrikan Nabire saat ini.
Kebutuhan listrik KIPP diperkirakan lebih dominan pada siang hari karena sebagian besar aktivitas perkantoran berlangsung selama jam kerja.
Karakteristik penggunaan listrik tersebut dinilai menguntungkan bagi sistem kelistrikan Nabire karena kebutuhan sekitar 6 MW masih dapat ditopang oleh cadangan sistem tanpa memberikan tekanan signifikan terhadap beban puncak yang terjadi pada malam hari.
PLN akan terus memantau perkembangan pembangunan KIPP dan berbagai program pemerintah lainnya agar pembangunan serta penyiapan infrastruktur kelistrikan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan beban listrik di Nabire.
- Penulis :
- Leon Weldrick




