HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Pastikan Jalan dan Jembatan Nasional Terdampak Gempa NTT Kembali Berfungsi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementerian PU Pastikan Jalan dan Jembatan Nasional Terdampak Gempa NTT Kembali Berfungsi
Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta (sumber: ANTARA/Aji Cakti)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali difungsikan.

Pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut menjadi bagian dari penanganan pascagempa yang dilakukan Kementerian PU di sejumlah wilayah NTT untuk menjaga konektivitas dan mobilitas masyarakat.

Berdasarkan data penanganan per 30 Agustus 2026, sebanyak 17 ruas jalan nasional yang terdampak gempa telah kembali fungsional setelah sebelumnya ditemukan 88 titik longsor dan tiga titik patahan.

Sebanyak 14 jembatan dan tiga duiker yang terdampak gempa juga telah kembali difungsikan.

Penanganan Beralih ke Jalan Provinsi dan Kabupaten

Dody mengatakan kondisi jalan nasional di NTT secara umum telah kembali baik sehingga penanganan selanjutnya diarahkan pada sejumlah jalan provinsi dan kabupaten.

"Kalau NTT secara umum sih kalau jalan nasional sudah baik semua. Kita sekarang mundur ke jalan provinsi dan kabupaten. Memang jalan provinsi, kabupatennya agak kecil-kecil. Itu nanti beberapa titik yang memang itu menghubungkan antara kabupaten, terus bisa dipakai sebagai jalan alternatif," ungkap Dody.

Sejumlah ruas jalan provinsi dan kabupaten menjadi perhatian karena menghubungkan antarkabupaten serta dapat dimanfaatkan sebagai jalur alternatif.

Pemulihan konektivitas tersebut diperlukan untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus memastikan distribusi kebutuhan pokok ke wilayah terdampak gempa tetap berjalan.

Ratusan Bangunan Terdampak Gempa Diverifikasi

Penanganan Kementerian PU tidak hanya difokuskan pada konektivitas, tetapi juga mencakup percepatan pemulihan infrastruktur layanan dasar, termasuk penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak gempa di Pulau Flores.

Dody menyebut dampak gempa banyak ditemukan pada bangunan yang memiliki fungsi penting bagi pelayanan masyarakat, mulai dari tempat ibadah hingga fasilitas kesehatan.

"Kalau dari PU sih, sangat banyak sebetulnya. Karena ini kan gempa ya, yang hancur itu rata-rata bangunan kan. Jadi mungkin yang akan besar bangunan, apalagi itu bentuknya gereja, masjid, atau rumah sakit, puskesmas, gitu yang paling banyak ya," kata Dody.

Kementerian PU mencatat sebanyak 651 prasarana gedung terdampak gempa yang terdiri atas 112 prasarana pendidikan keagamaan, 300 prasarana ibadah, dan 238 prasarana kesehatan.

Dari keseluruhan prasarana gedung terdampak tersebut, sebanyak 152 prasarana telah menjalani proses verifikasi secara bertahap untuk mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan kebutuhan dan bentuk penanganannya.

Selain fasilitas pelayanan masyarakat, sebanyak 17 gedung pemerintahan dan satu gedung militer terdampak gempa serta kini berada dalam proses verifikasi kerusakan.

Infrastruktur Air Minum hingga Sumber Daya Air Ditangani

Pada sektor penyediaan air minum, sebanyak 81 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) masuk dalam proses verifikasi kerusakan dan satu di antaranya telah ditangani.

Dua instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) dan satu tempat pemrosesan akhir (TPA) yang terdampak gempa juga sedang menjalani proses verifikasi.

Pada sektor sumber daya air, Kementerian PU melakukan penanganan dan verifikasi fungsi terhadap dua bendung, satu bendungan, serta 15 daerah irigasi.

Verifikasi dan penanganan juga mencakup 14 sumur air baku, tiga embung, empat pengaman pantai, serta dua sungai.

Secara keseluruhan, penanganan pascagempa NTT kini bergerak dari pemulihan jalan dan jembatan nasional yang telah kembali fungsional menuju penanganan jalan provinsi dan kabupaten serta pemulihan bangunan publik, air minum, sanitasi, dan infrastruktur sumber daya air.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026