
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau proses penyelesaian pembangunan Jembatan Garoga di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, untuk memastikan percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir sekaligus mengantisipasi meningkatnya risiko bencana saat musim hujan kembali datang.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gibran di Sumatera Utara pada Jumat dengan fokus melihat langsung perkembangan penanganan dan pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor.
Dalam kunjungannya, Gibran mendengarkan penjelasan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Hardi Siahaan mengenai progres pembangunan infrastruktur di kawasan Garoga.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan konektivitas sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana hidrometeorologi berikutnya.
Gibran Ingatkan Risiko Hujan Kembali Meningkat
Gibran memberikan perhatian terhadap datangnya kembali musim hujan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir bandang di wilayah tersebut.
"Ini nanti sudah mulai hujan lagi," kata Gibran.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat agar pekerjaan pemulihan dan mitigasi bencana dipercepat sebelum potensi hujan semakin meningkat.
Selain meninjau pembangunan Jembatan Garoga, Gibran menanyakan perkembangan pembersihan kayu gelondongan yang masih tersisa di sekitar pinggir sungai.
Kayu-kayu tersebut merupakan material yang terbawa banjir bandang pada akhir November 2025 dan masih perlu dibersihkan secara bertahap.
"Masih ada sisa gelondongan kayu, ini yang mungkin pelan-pelan nanti kita bersihkan," kata Hardi.
Pembersihan material sisa banjir menjadi bagian dari proses pemulihan kawasan Garoga sekaligus untuk mengurangi potensi gangguan terhadap aliran sungai.
Jembatan hingga Jalan Masuk Klaster Pemulihan
Pemerintah sebelumnya membagi penanganan dan pemulihan wilayah Sumatera Utara ke dalam sejumlah klaster, dengan pembangunan infrastruktur kawasan Garoga masuk dalam klaster 5.
Salah satu pekerjaan dalam klaster tersebut adalah pembangunan Jembatan Garoga 2.
Pemerintah juga membangun box culvert Garoga 3 sebagai bagian dari penanganan infrastruktur pascabanjir.
Selain jembatan dan box culvert, pemerintah merencanakan rekonstruksi jalan sepanjang 1.500 meter.
Seluruh pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya tanggap darurat dan pemulihan infrastruktur setelah bencana banjir.
Pemerintah berupaya memastikan konektivitas di wilayah terdampak kembali berfungsi sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur dalam menghadapi potensi bencana berikutnya.
Sabodam Tukka Juga Didorong Segera Rampung
Perhatian Gibran terhadap percepatan pembangunan infrastruktur pengendali dan pemulihan pascabencana tidak hanya diarahkan ke kawasan Garoga.
Sebelumnya, Gibran juga mendorong percepatan penyelesaian Sabodam di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Masyarakat sekitar turut meminta pembangunan Sabodam tersebut segera diselesaikan karena dinilai penting untuk membantu mengendalikan aliran material ketika terjadi banjir.
Keberadaan infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat mengurangi risiko bencana apabila kondisi serupa kembali terjadi.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Gibran meninjau perkembangan penanganan dan pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Kota Sibolga.
Secara keseluruhan, Gibran mendorong percepatan penyelesaian Jembatan Garoga dan infrastruktur pendukung lainnya, termasuk pembersihan sisa kayu gelondongan, untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus mengantisipasi risiko banjir saat intensitas hujan kembali meningkat.
- Penulis :
- Shila Glorya




