
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga gempa bumi dangkal berkekuatan 3,1 hingga 3,7 magnitudo mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat pagi dengan lokasi dan waktu kejadian yang saling berdekatan.
BMKG Identifikasi Dua Sesar di Sekitar Lokasi Gempa
Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan terdapat dua sesar yang berada di dekat pusat aktivitas gempa, yakni Sesar Selat Lombok dan Sesar Batu Jae.
"Berdasarkan literatur yang ada terdapat dua sesar yang berdekatan dengan lokasi gempa, yaitu Sesar Selat Lombok dan Sesar Batu Jae. Namun, sesar mana yang memicu gempa tersebut masih memerlukan analisis lebih lanjut," kata Sumawan.
Gempa pertama terjadi pada pukul 04.03 WITA dengan magnitudo 3,7 dan kedalaman 11 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 18 kilometer di sebelah utara Kabupaten Lombok Barat pada koordinat 8,53 derajat lintang selatan dan 116,08 derajat bujur timur.
BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Guncangan dirasakan warga di Lombok Utara, Mataram, dan Lombok Tengah dengan intensitas III hingga II MMI.
"Hasil monitoring kami hingga pukul 04.25 WITA tercatat ada dua gempa bumi susulan," ujar Sumawan.
Gempa Susulan Terjadi Hingga Pagi Hari
Gempa kedua terjadi pada pukul 05.43 WITA dengan magnitudo 3,1 dan kedalaman 13 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 18 kilometer barat daya Kabupaten Lombok Utara.
BMKG menjelaskan gempa kedua dipicu aktivitas sesar aktif di darat dan dirasakan di Lombok Barat serta Mataram dengan intensitas III hingga II MMI.
Hingga pukul 06.42 WITA, BMKG mencatat satu kali gempa susulan di wilayah tersebut.
Aktivitas gempa kembali terjadi pada pukul 07.20 WITA dengan magnitudo 3,2 dan kedalaman 10 kilometer.
Pusat gempa ketiga berada di darat sekitar 18 kilometer utara Kabupaten Lombok Barat dengan koordinat yang sama seperti gempa pertama.
Getaran gempa dirasakan warga Lombok Barat dengan intensitas III MMI serta di Mataram dan Lombok Tengah dengan intensitas II MMI.
BMKG juga mencatat satu gempa susulan setelah kejadian tersebut.
"Kami imbau masyarakat untuk selalu tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mohon cermati dan terus berlatih langkah praktis untuk mengantisipasi bahaya gempa bumi," ungkap Sumawan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





