
Pantau - Lima jamaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji atau Armusna di Arafah.
Peristiwa tersebut terjadi di Tanah Suci Arab Saudi pada musim haji 2026 dan melibatkan jamaah dari Kabupaten Sumbawa Barat, Lombok Timur, dan Lombok Tengah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Amin, membenarkan jumlah jamaah yang meninggal mencapai lima orang dengan rincian tiga perempuan dan dua laki-laki.
Kronologi Kejadian
Lalu Muhamad Amin menjelaskan bahwa sebagian jamaah mengalami penurunan kondisi kesehatan saat menjalankan rangkaian ibadah haji seperti melempar jumrah hingga kembali ke hotel.
Ia menyebutkan bahwa kematian jamaah terjadi sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah dengan kondisi kesehatan yang terus menurun akibat aktivitas ibadah dan faktor lingkungan.
Kondisi dan Penanganan
Menurut keterangan, faktor penyebab kematian meliputi usia lanjut, penyakit penyerta, kelelahan, serta efek suhu tinggi di Arab Saudi yang memperburuk kondisi fisik jamaah.
PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan di lapangan serta memaksimalkan layanan kesehatan untuk jamaah yang masih menjalani perawatan dan observasi guna mencegah kejadian serupa.
Dukungan layanan makanan dan logistik juga dilaporkan dalam kondisi memadai untuk membantu menjaga stabilitas kesehatan jamaah selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
- Penulis :
- Arian Mesa





