HOME  ⁄  Lifestyle

Gangguan Ritme Sirkadian yang Dijelaskan Profesor Gary Wenk Dikaitkan dengan Penurunan Kesehatan dan Percepatan Penuaan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Gangguan Ritme Sirkadian yang Dijelaskan Profesor Gary Wenk Dikaitkan dengan Penurunan Kesehatan dan Percepatan Penuaan
Foto: Ilustrasi - Seorang perempuan mengenakan penutup mata saat tidur. (sumber: Pexels/ Polina Kovaleva)

Pantau - Profesor psikologi, neurosains, imunologi, dan genetika medis Gary L Wenk dari Ohio State University menjelaskan bahwa gangguan ritme sirkadian yang terjadi akibat gaya hidup modern dapat berdampak buruk terhadap kesehatan manusia.

Dampak Ritme Sirkadian terhadap Kesehatan

Ritme sirkadian dalam tubuh manusia mengatur siklus bangun pada siang hari dan tidur sekitar tujuh jam pada malam hari untuk mendukung pemulihan tubuh.

Jam biologis manusia bekerja mengikuti sinyal utama berupa cahaya matahari yang harus disinkronkan setiap hari agar fungsi fisiologis tetap optimal.

Kebiasaan begadang, tidur kurang dari enam jam, atau lebih dari delapan jam per hari dilaporkan berkaitan dengan percepatan penuaan organ tubuh.

Gangguan tidur juga dikaitkan dengan penurunan fungsi imun, obesitas, peradangan sendi, diabetes, gangguan metabolisme, serta penurunan fungsi kognitif.

Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya paparan cahaya siang hari dan terlalu banyak cahaya pada malam hari dapat memperpendek harapan hidup hingga lima tahun.

Pengaruh Cahaya dan Pola Makan pada Jam Biologis

Cahaya disebut sebagai sinyal utama yang mengatur ulang dan menyinkronkan jam biologis manusia setiap hari.

Paparan cahaya biru terang pada pagi hari dapat meningkatkan kewaspadaan, kinerja kognitif, serta membantu pengaturan produksi melatonin yang memicu rasa kantuk pada malam hari.

Sebaliknya, paparan cahaya biru dari layar dan lampu pada malam hari dapat menekan produksi melatonin dan mengganggu kualitas tidur.

Selain cahaya, pola makan juga berpengaruh terhadap ritme sirkadian karena tubuh lebih optimal memproses kalori pada pagi dan siang hari dibandingkan malam hari.

Konsumsi kalori berlebihan pada malam hari dapat mengganggu jam biologis, meningkatkan kadar gula darah, serta menghambat sinkronisasi organ seperti hati dan ginjal dengan otak.

Kebiasaan makan larut malam juga disebut berdampak pada mikrobioma usus yang dapat berkontribusi terhadap insomnia dan gangguan tidur.

Disarankan untuk lebih banyak mendapatkan cahaya alami pada pagi hari, mengurangi paparan layar sebelum tidur, serta menghindari makan larut malam untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Penulis :
Shila Glorya