
Pantau - Profesor psikologi, neurosains, imunologi, dan genetika medis dari Ohio State University Gary L. Wenk mengingatkan pentingnya mengatur paparan cahaya dan pola makan untuk menjaga kualitas tidur dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Gary L. Wenk dalam artikelnya di Psychology Today menyebut gangguan ritme sirkadian dapat berdampak buruk terhadap kesehatan manusia karena jam biologis tubuh membutuhkan sinkronisasi dengan cahaya matahari setiap hari.
Ia menjelaskan gaya hidup modern yang membuat banyak orang lebih sering berada di dalam ruangan dan makan berlebihan pada malam hari menjadi salah satu penyebab terganggunya pola tidur.
Paparan Cahaya Pengaruhi Ritme Sirkadian
Gary menyebut cahaya terang pada pagi hari membantu menyinkronkan jam biologis tubuh sehingga meningkatkan kewaspadaan dan fungsi kognitif pada siang hari.
Sebaliknya, cahaya biru dari layar ponsel, televisi, dan lampu pada malam hari dapat menekan produksi melatonin yang berfungsi memberi sinyal waktu tidur kepada otak.
"Paparan banyak cahaya terang pada siang hari dan gelap pada malam hari sangat penting untuk bertahan hidup," ungkap Gary.
Penelitian juga menunjukkan kurangnya paparan cahaya pada siang hari dan terlalu banyak cahaya pada malam hari dapat memperpendek harapan hidup hingga lima tahun.
Kurang tidur selama bertahun-tahun disebut berkaitan dengan penurunan fungsi imun, obesitas, diabetes, gangguan metabolisme, hingga penurunan fungsi kognitif.
Pola Makan Larut Malam Ganggu Tidur
Selain cahaya, pola makan juga dinilai berpengaruh besar terhadap ritme sirkadian tubuh manusia.
Gary menjelaskan tubuh manusia lebih optimal memproses kalori pada awal hingga pertengahan aktivitas harian dibandingkan saat malam hari.
Kebiasaan makan larut malam dan ngemil sebelum tidur dapat meningkatkan kadar glukosa darah serta mengganggu kerja jam biologis organ tubuh.
Pola makan tinggi gula dan lemak jenuh juga membuat kualitas tidur memburuk karena otak lebih banyak berada pada fase tidur ringan.
Sebaliknya, konsumsi buah dan sayuran pada siang hari disebut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur pada malam hari.
Gary menyarankan masyarakat memperbanyak aktivitas di luar ruangan, mengurangi cahaya lampu pada malam hari, serta mematikan layar elektronik beberapa jam sebelum tidur agar tubuh mendapatkan istirahat yang lebih optimal.
- Penulis :
- Aditya Yohan





