
Pantau - Dokter spesialis kedokteran olahraga membagikan sejumlah kiat untuk mencegah cedera saat bermain padel dengan menekankan pentingnya evaluasi kondisi fisik, latihan yang terukur, serta pemulihan yang tepat guna menjaga performa dan mengurangi risiko cedera.
Evaluasi Fisik dan Latihan Terukur Jadi Kunci
Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Seraphim Medical Center, dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO, mengatakan olahraga padel menuntut tubuh bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah secara berulang sehingga diperlukan kesiapan fisik yang baik.
Ia mengungkapkan, "Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali."
Ia melanjutkan, "Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera."
Menurut Nahum, evaluasi kondisi fisik sebaiknya dilakukan sebelum latihan maupun pertandingan agar program latihan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap individu.
Ia juga mengingatkan pemain agar tidak hanya mengejar intensitas latihan, melainkan membangun performa melalui program yang terukur untuk menekan risiko cedera.
Penanganan Cedera Harus Sesuai Tingkat Keparahan
Nahum menjelaskan strategi recovery dan penilaian kondisi fisik secara berkala penting dilakukan untuk memastikan program latihan dan pemulihan berjalan sesuai kondisi atlet.
Ia menambahkan pemain yang mengalami cedera perlu menjalani proses kembali berolahraga secara bertahap setelah kekuatan, fungsi gerak, dan kontrol tubuh pulih.
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi subspesialis cedera olahraga dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, M.H.Kes., Sp.OT, Subsp. CO, mengatakan penanganan cedera harus disesuaikan dengan tingkat keparahannya.
Ia mengungkapkan, "Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi."
Ia menambahkan, "Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien."
Menurut Herryanto, penanganan yang tepat sejak awal hingga proses rehabilitasi penting agar pemain dapat kembali berolahraga dengan aman serta mengurangi risiko cedera berulang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





