
Pantau - Pemerintah Uganda resmi menutup sementara perbatasannya dengan Republik Demokratik Kongo (DRC) menyusul meningkatnya wabah Ebola yang telah menewaskan ratusan orang di wilayah tersebut.
Keputusan penutupan perbatasan diumumkan Kementerian Kesehatan Uganda pada Rabu (27/5) sebagai langkah darurat untuk menekan penyebaran virus mematikan itu.
"Uganda untuk sementara menutup perbatasan dengan DRC, segera. Satu-satunya pengecualian adalah untuk tim respons Ebola yang berwenang, operasi kemanusiaan, transportasi makanan dan kargo, dan keamanan di bawah protokol pemeriksaan dan pemantauan kesehatan yang ketat," ungkap Kementerian Kesehatan Uganda dalam pernyataannya.
Pemerintah Uganda juga mewajibkan seluruh warga yang kembali dari DRC menjalani isolasi mandiri selama 21 hari di bawah pengawasan petugas kesehatan.
Langkah pengetatan itu dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan wabah Ebola di Uganda dan DRC sebagai kondisi darurat yang berpotensi mengancam negara lain.
WHO Sebut Situasi Ebola Mengkhawatirkan
Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 221 orang dilaporkan meninggal dunia di DRC dengan dugaan terinfeksi Ebola.
WHO menyebut penyebaran wabah di kawasan Afrika Tengah tersebut terus dipantau karena berisiko meluas ke negara-negara tetangga.
Wabah Ebola sebelumnya di Republik Demokratik Kongo dinyatakan berakhir pada Oktober 2025 sebelum kembali muncul pada tahun ini.
Pemerintah Uganda kini memperketat pengawasan kesehatan di wilayah perbatasan dan jalur keluar masuk negara untuk mencegah lonjakan kasus baru.
Transportasi dan Bantuan Kemanusiaan Tetap Diizinkan
Meski menutup perbatasan, Uganda masih memberikan akses terbatas bagi operasi kemanusiaan dan distribusi logistik penting seperti makanan serta kargo.
Seluruh aktivitas yang diizinkan tetap harus mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran virus lintas negara.
Pihak berwenang Uganda juga mengimbau masyarakat mengurangi kontak fisik dan segera melapor jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Ebola.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





