
Pantau - Tim peneliti Universitas Andalas atau UNAND Sumatera Barat meneliti potensi tanaman lokal sebagai bahan pengobatan diabetes dan hipertensi yang sering terjadi bersamaan dan memicu komplikasi jangka panjang.
Penelitian tersebut dilakukan dengan mengombinasikan tiga tanaman obat tradisional, yakni kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak.
“Penelitian ini berfokus pada kombinasi tiga tanaman obat tradisional yang telah dikenal luas di Indonesia yaitu kulit manis, ciplukan dan bawang Dayak,” ujar Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UNAND Prof Fauzan Azima di Padang, Kamis (28/5/2026).
Menurut Fauzan, kombinasi ekstrak ketiga tanaman itu dikembangkan berdasarkan kandungan senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, antosianin, dan organosulfur yang memiliki aktivitas antioksidan serta antiinflamasi.
Ia menjelaskan diabetes dan hipertensi merupakan dua penyakit metabolik yang saling berkaitan dan dapat memicu stres oksidatif, peradangan kronis, hingga kerusakan organ jika terjadi bersamaan dalam waktu lama.
“Kondisi komplikasi ini diketahui dapat meningkatkan risiko dari kerusakan organ penting seperti pankreas, ginjal, jantung hingga pembuluh darah,” ujarnya.
Kombinasi Tanaman Obat Dinilai Efektif
Fauzan mengatakan senyawa alami dalam tanaman obat kini semakin banyak diteliti sebagai alternatif pengobatan karena dinilai memiliki efek samping lebih rendah dibanding obat sintetis jangka panjang.
“Kekayaan alam Indonesia memberikan peluang besar bagi pengembangan alternatif obat berbahan baku alami,” katanya.
Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak mampu menormalkan kadar glukosa darah serta tekanan darah pada hewan uji yang mengalami komplikasi diabetes dan hipertensi.
Selain itu, kombinasi ekstrak tersebut juga disebut mampu mengurangi peradangan sistemik dan melindungi organ pankreas serta ginjal dari kerusakan.
Menurut Fauzan, kombinasi beberapa tanaman obat dapat menghasilkan efek terapeutik lebih luas karena kandungan senyawa bioaktifnya mampu menargetkan beberapa jalur penyakit secara bersamaan.
Penelitian Akan Dilanjutkan ke Tahap Klinis
Fauzan menilai penelitian tanaman obat tradisional penting untuk memperkuat bukti ilmiah terkait efek terapeutik sekaligus mendukung pengembangan obat alami berbahan baku lokal.
“Penelitian tanaman obat tradisional ini sangat penting, tidak hanya untuk mendukung bukti ilmiah dari efek terapeutik, tetapi juga mendukung pengembangan alternatif pengobatan alami berbahan baku lokal,” ujarnya.
Penelitian kolaboratif tersebut melibatkan guru besar Universitas Negeri Malang, Universitas Jambi, serta mahasiswa UNAND.
Tim peneliti berharap penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menguji mekanisme kerja, keamanan, dan penerapan klinis kombinasi tanaman obat tersebut sebelum digunakan secara luas pada manusia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





