HOME  ⁄  Geopolitik

WHO Peringatkan Kekerasan di Timur Kongo Memperburuk Wabah Ebola di Tengah Konflik Bersenjata

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

WHO Peringatkan Kekerasan di Timur Kongo Memperburuk Wabah Ebola di Tengah Konflik Bersenjata
Foto: Petugas Palang Merah bersiap menangani jenazah seorang korban yang meninggal akibat Ebola di Centre Medical Evangelique (CME), komune Hoho, Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Kamis (21/5/2026). (sumber: ANTARA/Gradel Muyisa Mumbere)

Pantau - WHO Peringatkan bahwa peningkatan kekerasan di wilayah timur Republik Demokratik Kongo memperburuk wabah Ebola yang tengah berlangsung, khususnya di Provinsi Ituri, di tengah kondisi konflik bersenjata yang menghambat penanganan kesehatan.

Wabah Ebola Bundibugyo dan Kondisi Lapangan

Wabah Ebola di Provinsi Ituri yang melibatkan strain Ebola Bundibugyo menjadi sulit dikendalikan karena belum tersedianya vaksin atau pengobatan yang disetujui serta terbatasnya akses tenaga kesehatan ke wilayah terdampak.

Konflik, Pengungsian, dan Gangguan Layanan Kesehatan

Konflik bersenjata yang melibatkan kelompok seperti pemberontak M23 dan milisi Koperasi untuk Pembangunan Kongo menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi dan membuat pasien serta orang terpapar terkonsentrasi di kamp pengungsian padat sehingga meningkatkan risiko penularan.

Risiko Regional dan Seruan Gencatan Senjata WHO

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa penghentian penularan Ebola sangat bergantung pada akses kemanusiaan yang aman dan menyerukan gencatan senjata segera untuk memungkinkan kerja tim medis di lapangan.

Dampak Lanjutan dan Situasi Pengawasan

WHO menyatakan meskipun risiko penyebaran global masih rendah, sepuluh negara termasuk Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia tetap berada dalam risiko dan situasi terus dipantau secara ketat.

Penulis :
Leon Weldrick