HOME  ⁄  Nasional

Pakar Unand Ingatkan Bahaya Pencampuran Jeroan dan Daging Kurban yang Berisiko Cemari Kesehatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar Unand Ingatkan Bahaya Pencampuran Jeroan dan Daging Kurban yang Berisiko Cemari Kesehatan
Foto: (Sumber : Warga menyembelih sapi kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar.)

Pantau - Pakar Ilmu Teknologi Pangan Universitas Andalas (Unand) Prof Novelina mengingatkan masyarakat agar tidak mencampurkan jeroan dengan daging kurban karena berisiko menyebabkan kontaminasi bakteri yang dapat membahayakan kesehatan, terutama saat proses penyembelihan hewan kurban pada momentum Idul Adha di Sumatera Barat.

Risiko Kontaminasi dari Jeroan

Prof Novelina mengatakan proses penyembelihan hewan kurban harus dilakukan secara higienis dengan memisahkan jeroan dari daging untuk mencegah penyebaran bakteri patogen.

"Proses penyembelihan hewan kurban ini mesti dijaga, terutama tidak mencampurkan antara jeroan dengan daging, apalagi sampai terkontaminasi dengan isi usus," katanya di Kota Padang, Jumat.

Ia menjelaskan jeroan seperti usus, limpa, dan organ lainnya mengandung bakteri patogen yang dapat mencemari daging apabila terjadi kebocoran atau pecah saat proses penanganan.

Menurutnya, pemisahan jeroan dengan bagian lain menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi kontaminasi bakteri yang dapat memengaruhi keamanan pangan.

Perhatikan Waktu dan Suhu Penyimpanan

Selain proses penyembelihan, Prof Novelina juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu sejak hewan disembelih, dibersihkan, dibagikan hingga dikonsumsi.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang membiarkan daging kurban terlalu lama berada di ruang terbuka sehingga meningkatkan risiko terpapar mikroba.

Prof Novelina menjelaskan perkembangan mikroba pada daging dapat ditekan apabila suhu berada di bawah lima derajat Celsius atau di atas 70 derajat Celsius.

Ia menambahkan semakin lama daging berada di luar ruangan terbuka, semakin besar pula peluang terjadinya kontaminasi dari lingkungan sekitar lokasi penyembelihan.

"Jadi, kalau tempat penanganannya tidak bersih, ini bisa menyebabkan daging kurban terkontaminasi," ujarnya.

Prof Novelina menyarankan masyarakat yang menerima daging kurban segera mencuci atau membersihkannya sebelum disimpan di dalam freezer agar kualitas dan keamanan daging tetap terjaga saat akan dikonsumsi.

Penulis :
Ahmad Yusuf