HOME  ⁄  Nasional

Empat Anggota Keluarga Tewas di Temanggung, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Makanan atau Gas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Empat Anggota Keluarga Tewas di Temanggung, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Makanan atau Gas
Foto: (Sumber : Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra memberi penjelasan kepada wartawan di Temanggung, Jumat (29/5). ANTARA/Heru Suyitno.)

Pantau - Empat anggota keluarga ditemukan tewas di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dan saat ini polisi menyelidiki dugaan keracunan makanan atau gas hasil pembakaran sebagai penyebab kematian para korban.

Keempat korban masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21) yang merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan hasil pemeriksaan awal tim dokter forensik mengarah pada dua kemungkinan penyebab kematian.

“Dugaan sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran,” ungkap Komang.

Autopsi dan Pemeriksaan Forensik Masih Berlangsung

Komang menjelaskan proses autopsi telah dilakukan pada Kamis (28/5) dan selesai pada siang hari.

Dari empat korban, hanya jenazah AEH yang menjalani autopsi menyeluruh setelah mendapat persetujuan keluarga.

“Korban AEH dipilih karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet,” ujarnya.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

Hasil pemeriksaan tersebut diperkirakan keluar dalam waktu dua hingga lima hari ke depan.

Polisi Amankan Barang Bukti dari Lokasi Kejadian

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menyita sejumlah barang bukti untuk kepentingan pemeriksaan forensik.

Barang bukti yang diamankan meliputi lima telepon seluler, satu unit mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, serta satu tungku tanah liat untuk pembakaran briket.

Polisi juga menyita sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga dikonsumsi korban saat berada di lokasi.

“Peralatan memasak ditemukan dalam keadaan tidak menyala,” kata Komang.

Kompor gas portabel ditemukan berada di luar tenda atau di area teras pintu masuk.

Selain itu, pintu tenda dan ventilasi di sisi kiri maupun kanan ditemukan dalam kondisi tertutup rapat.

“Hasil pemeriksaan di lokasi tidak ditemukan bekas muntahan atau tanda mencurigakan lainnya. Di dalam tenda hanya terdapat dua kasur dan kantong tidur,” ujarnya.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola tempat wisata untuk mendalami penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf