
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan paket daging kurban kepada masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis, 28 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya pemerataan manfaat kurban menjelang Idul Adha.
Program tersebut ditujukan untuk memberikan akses pangan bergizi kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan sekaligus memastikan amanah hewan kurban tersalurkan secara tepat sasaran.
Baznas Pastikan Distribusi Kurban Tepat Sasaran
Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan lembaganya berkomitmen menyalurkan amanah kurban dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
"Komitmen kami tetap berpegang teguh pada aman regulasi, aman syariah, dan aman NKRI. Hewan kurban yang diamanahkan kepada Baznas langsung kami konversikan menjadi berkah yang nyata bagi masyarakat melalui koordinasi yang matang dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah," ungkap Zainut.
Ia menjelaskan Baznas bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Zainut juga menyampaikan apresiasi atas penyaluran hewan kurban dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia melalui Baznas.
Menurutnya, penyaluran tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan kepada Baznas sebagai lembaga pengelola zakat negara.
Ia menilai kurban tidak hanya memiliki dimensi ibadah ritual keagamaan, tetapi juga berperan sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat kurang mampu.
"Ketika instrumen negara digunakan untuk menghadirkan pangan dan makanan bergizi, meringankan beban hidup, dan menegakkan keadilan sosial bagi keluarga miskin pada hari raya yang mulia ini, maka tindakan tersebut telah memenuhi aspek syariat sekaligus aspek konstitusional," kata Zainut.
Program Dinilai Dukung Pembangunan Desa dan Pengentasan Kemiskinan
Baznas sebelumnya juga melaksanakan distribusi daging kurban secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerataan manfaat kurban bagi kelompok masyarakat rentan.
Kepala Badan Pengembangan Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa RI Mulyadin Malik mengapresiasi Program Kurban Berkah Berdayakan Desa yang dijalankan Baznas.
Mulyadin menilai program tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan desa sekaligus membantu upaya pengentasan kemiskinan di berbagai daerah.
"Ini adalah model pemberdayaan yang tepat. Desa berdaya bukan desa yang bergantung," ujar Mulyadin.
Ia berharap kerja sama antara Kementerian Desa dan Baznas dapat diperluas agar menjangkau lebih banyak desa tertinggal di seluruh Indonesia.
Menurutnya, perluasan kolaborasi tersebut akan membuat manfaat program kurban dirasakan secara lebih merata dan berkeadilan.
Salah satu penerima manfaat, Solihin (45), mengaku bersyukur atas bantuan daging kurban yang diterimanya.
"Semoga yang berkurban diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, dan keberkahan oleh Allah SWT. Kami juga mendoakan agar program Baznas seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak membantu masyarakat kecil seperti kami," tutur Solihin.
Bantuan daging kurban tersebut memberikan manfaat langsung bagi keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan pangan pada momentum Idul Adha serta menunjukkan peran kurban sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
- Penulis :
- Arian Mesa





