
Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peningkatan investasi sektor vaksin dan obat hewan untuk memperkuat industri peternakan nasional guna menjaga kesehatan ternak, meningkatkan produksi, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan pada 2026.
Investasi dan Strategi Kemandirian
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menyampaikan bahwa pemerintah tengah memperkuat kemandirian subsektor peternakan melalui pengembangan industri vaksin dan obat hewan dalam negeri.
Kementan bersama sektor swasta nasional dan mitra industri global tengah mengembangkan pembangunan pabrik vaksin dan obat hewan modern di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kementan menilai kebutuhan vaksin dan obat hewan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi ternak dan penguatan program ketahanan pangan nasional termasuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis.
Kapasitas produksi vaksin unggas nasional saat ini baru mampu memenuhi sekitar 32 persen kebutuhan nasional sehingga memperkuat kerja sama investasi menjadi kebutuhan mendesak.
Pemerintah membuka peluang transfer teknologi dan pengembangan produksi vaksin di Indonesia terutama untuk produk yang masih banyak diimpor guna memperkuat kemandirian industri kesehatan hewan.
Kerja Sama dan Pengembangan Kawasan Industri
Perwakilan China National Agricultural Development Group menyatakan Indonesia merupakan pasar strategis dengan potensi pertumbuhan industri peternakan yang besar dan terbuka untuk kerja sama jangka panjang.
Perwakilan PT Kawasan Industri Takalar menjelaskan rencana pembangunan kawasan industri modern yang terintegrasi dengan pelabuhan, logistik, serta industri peternakan termasuk vaksin dan obat hewan.
Kementan menegaskan akan mengawal investasi agar sesuai standar dan regulasi nasional serta mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan transfer teknologi.
Pemerintah menargetkan penguatan kemandirian vaksin nasional, peningkatan biosekuriti, dan daya saing industri peternakan Indonesia melalui pengembangan ekosistem investasi berkelanjutan.
- Penulis :
- Arian Mesa





