
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan arah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus ditingkatkan menuju sektor-sektor kerja yang lebih berkualitas dan bernilai tambah tinggi guna memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat dalam rapat bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin sebagai tindak lanjut arahan Presiden terkait penguatan pelindungan dan peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia.
“Penguatan tata kelola pekerja migran Indonesia perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari penguatan data, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pelindungan berbasis desa,” kata Rachmat.
Pertemuan itu membahas strategi pelindungan pekerja migran sejak sebelum bekerja, selama masa penempatan, hingga setelah kembali ke Indonesia.
Penguatan Data dan Program SMK Go Global
Rachmat menekankan pentingnya pengembangan Satu Data Pekerja Migran Indonesia sebagai bagian dari penguatan Satu Data Indonesia.
Menurutnya, data yang terintegrasi akan membantu pemerintah memetakan lokasi penempatan pekerja migran sekaligus memperkuat sistem pelindungan secara lebih efektif dan terukur.
Dalam rapat tersebut juga dibahas pelaksanaan Program SMK Go Global yang menargetkan penyaluran 500 ribu pekerja migran Indonesia pada periode 2026–2029.
Program itu difokuskan untuk menjembatani kesenjangan antara lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja internasional melalui peningkatan kemampuan bahasa dan keterampilan kerja.
Desa Jadi Basis Pelindungan Pekerja Migran
Kepala Bappenas juga menyoroti pentingnya penerapan konsep village based protection dengan menjadikan desa sebagai bagian dari ekosistem pelindungan pekerja migran Indonesia.
“Konsep village based protection penting karena desa menjadi bagian dari sumber tenaga kerja kita. Kalau konsep village based protection worker benar-benar berjalan, ini akan menjadi konsep baru dalam pembangunan nasional. Pembangunan dimulai dari desa, tetapi input dan peluangnya bisa berasal dari luar negeri,” ungkap Rachmat.
Ia menegaskan Bappenas akan terus mendukung penguatan tata kelola pekerja migran melalui perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan implementatif.
“Pada prinsipnya kami di sini akan membantu memastikan perencanaan yang disiapkan dapat mendukung kementerian/lembaga. Kami hanya melengkapi dan membantu agar program yang sudah baik dapat menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





